Forgot Password Register

Mayat Tak Utuh Tanpa Identitas Ditemukan di Perairan Karimun Jawa

Mayat Tak Utuh Tanpa Identitas Ditemukan di Perairan Karimun Jawa Garis Polisi (Foto: Pantau.com/Adryan Novandia)

Pantau.com - Sesosok mayat tidak utuh tanpa identitas ditemukan mengambang di perairan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Kamis (8/11/2018). Menurut Kapolsek Karimunjawa Iptu Suranto di Jepara, Kamis (8/11/2018), sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan di Pulau Karimunjawa Kecil sekitar pukul 09.30 WIB.

Saat ditemukan, korban dalam kondisi mengapung dengan tubuh yang tersisa bagian atas pinggul sampai lutut.

Baca juga: Pantau Story: Dari Tragedi Lion Air Hingga Kebakaran, Kisah Fendi yang Telah Tiada

Adapun celana dalam yang dikenakan berwarna abu-abu. Mayat yang belum diketahui identitasnya itu, sudah dievakuasi ke daratan, kemudian dimakamkan di pemakaman desa setempat.

Ia mengaku belum bisa memastikan apakah korban merupakan nelayan yang tenggelam saat melaut atau bukan. Dari hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Karimunjawa, potongan tubuh manusia tersebut memiliki struktur tulang dewasa dengan jenis kelamin laki-laki.

Temuan mayat tidak utuh tersebut, lanjut dia, berawal dari laporan nelayan setempat yang hendak mengambil bubu yang diletakkan di laut sejak 5 hari lalu.

Baca juga: Nyanyian Lagu Batalyon Lepas AKBP Mito ke Peristirahatan Terakhirnya

Setelah sampai di lokasi tempat pengambilan bubu yang ke-11 di antara perbatasan Pulau Cilik dan Pulau Gosong Kemloko saksi melihat potongan tubuh manusia dari perut bagian bawah hingga lutut terapung.

Atas temuan mayat tersebut, selanjutnya dilaporkan ke polsek setempat. Setelah itu, dilakukan evaluasi oleh tim gabungan, mulai dari Polsek Karimunjawa, Koramil, Pos AL, Basarnas, tim medis, dan Muspika Karimunjawa.

Kasus temuan mayat di Perairan Karimunjawa tersebut bukanlah yang pertama karena sebelumnya juga ada temuan serupa. Akan tetapi, kondisinya masih utuh dan akhirnya diketahui identitasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More