Forgot Password Register

Duh! Penyedia Jasa Titip Barang Kena Imbas Nilai Tukar Rupiah

Ilustrasi titip barang. (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi) Ilustrasi titip barang. (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Bisnis yang sedang digeluti sebagian generasi millennial yang kerap menanfaatkan jalan-jalan keluar negeri sebagai salah satu bisnis rupanya ikut terkena imbas pelemahan nilai tukar rupiah.Ya, bisnis itu tidak lain merupakan usaha jasa titip barang.

Salah satu penyedia jasa titip, Citra Febriana mengaku sebagai ibu rumah tangga yang memiliki hobi traveling ke luar negeri ini jeli melihat peluang bisnis itu. Ia mengakui saat ini nilai tukar rupiah yang rendah mempengaruhi jumlah barang yang ia beli untuk pelanggannya.

"Yang aku stop sih paling untuk produk elektronik, karena jatuhnya pasti lebih mahal," ujar Citra kepada Pantau.com, Jumat (27/4/2018).

Baca juga : Online Pajak Gunakan Teknologi Blockhoin, Ini Tanggapan Menkominfo

Namun, biasanya ia memastikan terlebih dahulu kepada pelanggan agar tidak kaget dengan harga barang yang mereka pesan jauh lebih mahal dari sebelumnya.

Ia menyadari bahwa nilai tukar rupiah sangat berpengaruh pada usahanya itu. Selama ini, ia bisa mengambil keuntungan dari setiap barang yang ia jual kurang lebih 5-10 persen.

"Resikonya sih lebih ke fluktuatif rate ya, apalagi kalo rupiah melemah otomatis harga barang naik," ungkapnya.

Baca juga : Ini Deretan Bisnis 'Anti Bangkrut' di Tengah Tren Pelemahan Rupiah

Namun, bukan bisnis jika tanpa risiko, Citra tentunya harus memiliki koneksi yang baik dengan penyedia barang sehingga ketika sampai di lokasi tujuan, barang yang diincar jelas adanya.

Ia pun memberikan tips untuk para penyedia jasa titip barang pemula untuk memperhatikan berat barang yang dibeli, jangan sampai bujet yang dikeluarkan untuk bagasi justru membengkak. Selanjutnya, jika ingin memotong bujet lebih banyak, tranportasi alternatif seperti kapal feri juga perlu dicoba.

"Tipsnya sih kalo memang bagasi limit, pilih barang jualannya yang kecil-kecil saja, jangan yang gede-gede," jelasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More