Pantau Flash
Akibat Demo Catalan, Partai El Clasico Diundur
Mahathir Mohamad Dipastikan Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf
Nasihati Anak Muda, Jack Ma: Kebanyakan Orang Pintar Ingin Menang
KPK Geledah Kantor Dinas PU Medan
Sainsbury Akan Stop Berjualan Kembang Api

5 Desainer Modest Fashion Siap Harumkan Nama Bangsa di Hongkong Fashion Week

5 Desainer Modest Fashion Siap Harumkan Nama Bangsa di Hongkong Fashion Week Para desainer Indonesia Modest Fashion Designers. (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Untuk pertama kalinya lima desainer Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Modest Fashion Designers (IMFD) siap melenggang dan memamerkan karya di ajang Hongkong Fashion Week 2019.

Kelima desainer itu ialah Jeny Tjahyawati, Nina Nugroho, Lia Soraya, Liafif dan Tuty Adib. Mereka memamerkan karya fashion yang terinspirasi dari adat dan budaya Indonesia, khususnya wilayah Kalimantan dengan suku Borneo, Solok Bali, Pucuk Rebung hingga sutra asal Garut.

Di antara kelima orang itu, hanya Nina Nugroho saja yang tidak membawa unsur budaya khas Indonesia, ia lebih memilih tema Universe dengan nuansa warna silver sebagai warna dasar busana.

"Ini pameran pertama di 2019, maka bertanggung jawab penjualan dan segala macamnya. Bisnis to bisnis, be to be exhibition kami titik beratkan kepada penjualan. Jadi kita tidak bawa wastra Indonesia, tapi wear yang lebih mewah ketika ada pesanan sudah siap (produksi massal)," ujar Nina saat konferensi pers di Aljazeera Polonia, Jakarta Timur, Kamis (10/1/2019).

Dengan tampilan yang lebih modern serta motif longgar dan cembung, Jenny mendesain bajunya dengan seni lukis suku Dayak yang dipadupadankan dengan aneka tanaman dan bunga. Uniknya, desainnya ini ramai dengan metode lipatan dan terkesan menumpuk, seolah bermain origami yang elegan.

"Hongkong itu luar biasa, kota yang sangat maju. Biasanya itu sangat sulit karena mereka melihat kriterianya. Mungkin melihat IMFD di berbagai pameran hasilnya sudah maksimal," ujar Jenny yang juga merupakan Ketua IMFD.

Baca juga: Mantap! Pertama Kalinya, 5 Desainer Muslimah Indonesia Terlibat di Paris Fashion Week 2018

Lain halnya dengan Lia Soraya yang menggunakan pola geometris secara estetis dan penuh makna dalam setiap detail desainnya. Ada bentuk meliuk-liuk seperti halnya tumbuhan pakis dan pucung rebung, yang ia kombinasikan dengan suku Dayak. Dibutuhkan waktu setidaknya satu bulan untuk mendesain polanya tersebut.

Sementara itu, kelima desainer ini rencananya akan berangkat pada 14 Januari 2019, dan langsung mempersiapkan diri dalam pameran yang akan berlangsung pada 13 hingga 17 Januari 2019.

Setiap desainer IMFD akan memamerkan enam karya desain terbaiknya di atas catwalk, sedangkan di booth Exhibition sendiri mereka memajang 20 desainnya yang dipercaya akan dilirik para pembeli.

Baca juga: 'Denpasar Hype Fashion Week' Lebih Meriah dengan Menghadirkan Deretan Desainer Ternama

Sekedar informasi, Hongkong Fashion Week 2019 bukanlah ajang sembarangan, karena Hongkong seumpama Paris-nya Asia atau pusat fashion Asia. Berbagai negara di belahan dunia, khususnya wilayah timur dipastikan akan memadati acara ini. 

Jadi sudah sepatutnya sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia harus bisa jadi pusat fashion muslim dunia, dan IMFD percaya hal itu akan tercapai.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Rifeni
Reporter
Dini Afrianti Efendi
Category
Ragam

Berita Terkait: