Pantau Flash
Tumbangkan Moekoena, Daud Yordan Juara Dunia Kelas Ringan
Dua Orang Terduga Teroris Ditangkap di Medan
Fakhri Husaini Bantah Pamit dari Timnas U-19
Bom Mobil Terjang Demonstrasi Anti Pemerintah di Irak, 4 Orang Tewas
Menangi Perang Saudara, Ginting ke Final Hong Kong Open 2019

Memberi Senyum Palsu Pada Orang Lain Bisa Bikin Kamu Depresi Lho

Memberi Senyum Palsu Pada Orang Lain Bisa Bikin Kamu Depresi Lho

Pantau.com - Menebar senyum palsu dengan terpaksa pada orang lain ternyata bisa membuat perasaan kita menjadi depresi.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa seseorang yang memberi senyum palsu demi menyenangkan hati orang lain maupun pasangan, ternyata menjadikan diri mereka lebih depresi dari biasanya.

Tapi, berbeda dengan memberi senyum asli yang muncul dari dalam hati, karena akan memberi banyak hal positif, meperbaiki mood, lebih semangat bekerja dan menjadi pribadi yang lebih ramah.

Baca Juga: Selain Membuat Awet Muda, Tertawa Juga Jadi Cara Terbaik Mencegah Diabetes

Riset tersebut bertentangan dengan kebijakan di banyak perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan karena karyawan yang berurusan langsung dengan pelanggan wajib selalu terlihat riang.

Pemimpin penelitian itu, Brent Scott, seorang profesor bidang manajemen di Michigan State University, AS, mengemukakan "Para pemberi kerja berpikir bahwa dengan mengharuskan karyawannya selalu tersenyum adalah hal itu bagus buat citra perusahaan. Padahal, bukan itu saja masalahnya."

"Senyum yang hanya untuk menyenangkan orang lain dengan berpura-pura dapat membuat kelelahan emosi dan sikap menarik diri, itu akan berdampak buruk bagi kelangsungan karyawan dan juga perusahaan."

Studi itu dimuat dalam Academy of Management Journal. Prof. Scott dan koleganya yang meneliti sekelompok pengemudi Taxi selama dua pekan.

Mereka meneliti efek dari "senyum palsu" itu dan perbedaannya lebih tampak pada pengemudi perempuan.

Baca Juga: Ternyata Memang Ada Penyakit Sulit Mengontrol Tawa Seperti Joker

"Perempuan lebih menderita jika melakukan senyum palsu, artinya mood mereka akan lebih buruk dibandingkan laki-laki yang melakukan 'senyum terpaksa'."

Prof. Scott juga mengatakan "Ada beberapa perkiraan bahwa jika seseorang dalam waktu panjang melakukan senyum palsu, maka akan menjadikannya terbiasa dan merasa tak otentik. Kamu bisa saja menutupinya dengan emosi positif, tapi pada akhirnya kamu merasa bukan jadi diri sendiri melainkan orang lain."

Tim Pantau
Editor
Kontributor - NPW
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Ragam

Berita Terkait: