Forgot Password Register

Headlines

Meraba Porsi Pembayaran Premi Pemerintah di Asuransi Bencana

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo (Foto: Antara/ICom/AM IMF-WBG/Anis Efizudin) Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo (Foto: Antara/ICom/AM IMF-WBG/Anis Efizudin)

Pantau.com - Rencana pemerintah menggunakan skema asuransi dalam mengurangi risiko bencana tentunya akan mengehitung sejumlah biaya wajib alias premi asuransi. Menjawab kemungkinan porsi anggaran yang dialokasikan pemerintah, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan, besaran itu masih belum dihitung secara rinci.

"Bu menteri sampaikan mana yang beban pemerintah pusat mana yang beban pemda. jadi perubahan suatu nasional manajemen risk juga ada, Tapi bebannya siapa ini. Kan tidak semua pusat," ungkapnya, usai acara Disaster Risk Financing and Insurance, di BICC, Nusa Dua Bali, Rabu (10/10/2018).

Baca juga: Diguncang Bencana Setiap Tahun, Kerugian Negara Capai Rp126,7 Triliun

Skema ini tentunya menyesuaikan kepemilikan aset tersebut, jika berada dikewenangan Pemerintah Pusat maka akan dialokasikan ke pusat. Begitu juga sebaliknya, jika milik daerah maka yang wajib mengalokasikan premi ada di pemerintah daerah. 

"Kalau itu aset-aset daerah mestinya bebannya daerah masing-masing. Kalau institusi vertikal di daerah," terangnya.

Perlu diketahui bahwa jika sistem skema asuransi ini menggunakan pihak pihak asuransi perbankan Pantau.com berupanya melihat beberapa asuransi yang menawarkan polis pelindungan bangunan karena bencana.

Dari beberapa asuransi yang dicari, rupanya ada banyak jasa asuransi yang menawarkan polis lengkap dengan kerusakan karena bencana gempa. Dari hitungan-hitungan, untuk rumah yang ada di Jawa Barat tepatnya di Bandung ada 9 asuransi yang menawarkan jasa asuransi rumah. 

Dari sembilan jasa asuransi, ada 2 yang menawarkan polis gempa bumi, tetapi tidak memberikan polis untuk rumah terdampak banjir. Salah satunya yakni asuransi China Taiping, yang menawarkan polis dari kebakaran, perabot rumah tangga, gempa bumi dan kerusuhan. 

Premi yang ditawarkan yakni Rp2.492.500 per tahun. Adapun syarat-syaratnya yakni asuransi ini hanya berlaku untuk rumah tinggal yang ada di seluruh Indonesia. Sedangkan jumlah pertanggungan maksimalnya yakni Rp.5.000.000.000.000.

Baca juga: Wajib Miliki Asuransi Bencana, Jusuf Kalla: Indonesia Supermarket Bencana

Asuransi lainnya Aswata Asuransi Terpercaya, lebih detail yakni untuk Bangunan Konstruksi Kelas 1 (dinding, lantai dan semua komponen penunjang strukturalnya serta penutup atap terbuat seluruhnya dan sepenuhnya dari bahan-bahan yang tidak mudah terbakar). Harga pertanggungan maksimal Rp5 miliar untuk lokasinya yakni semua di wilayah Indonesia. Premi yang wajib dibayarkan yakni Rp2.617.000.

Sedangkan tujuh Asuransi lainnya yang komplit menanggung klaim bencana, dari banjir hingga gempa bumi, rata-rata preminya Rp3 juta lebih. Seperti asurani BRINS General Insurance, yakni premi Rp3.391.000.

Adapun yang lebih murah yakni asuransi dari Victoria Insurance yakni Rp2.828.000 per tahun, Syaratnya yakni bangunan digunakan sebagai rumah tinggal, ruko dan kantor/apartemen. Kemudian maksimal hargapertanggungan Rp.100.000.000.000.

Lebih lanjut, konstruksi rumah terbuat dari beton atau baja dan bukan konstruksi kayu (Kelas 1 A) bangunan kantor tidak lebih dari 6 lantai termasuk basement, bangunan rumah tinggal tidak boleh lebih dari 3 lantai. Tidak digunakan sebagai bar, night club, billiard, diskotik, amusement center, panti pijat, dan sejenis home industri.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More