Forgot Password Register

Meradang Soal Proposal Kesepakatan Nuklir UE, Iran: Sangat Mengecewakan

Meradang Soal Proposal Kesepakatan Nuklir UE, Iran: Sangat Mengecewakan Presiden Iran Hassan Rouhani. (Foto: Reuters/Alexander Zemlianichenko)

Pantau.com - Presiden Iran Hassan Rouhani kecewa dengan paket proposal untuk melestarikan kesepakatan nuklir Iran yang diajukan oleh Prancis, Inggris dan Jerman. 

"Sayangnya, paket yang diusulkan tidak memiliki solusi praktis dan metode khusus untuk melanjutkan kerjasama dan hanya menegaskan kembali sifat umum dari komitmen, mirip dengan apa yang dilakukan Uni Eropa dalam pernyataannya sebelumnya," kata Rouhani seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (6/7/2018).

"Proposal itu mengecewakan."

Namun, Kanselir Jerman Angela Merkel menegaskan kembali, pembicaraan telepon dengan Presiden Iran Hassan Rouhani bahwa Berlin tidak berniat untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran dan akan terus bekerja untuk melestarikannya. 

Baca juga: 2 Pabrik Kembang Api di Meksiko Meledak, 19 Orang Meregang Nyawa

Pemimpin Jerman itu mencatat bahwa paket proposal yang ditawarkan ke Iran hanya merujuk pada isu-isu dasar tentang pelestarian kesepakatan itu, dan perlu untuk melakukan dialog lebih lanjut untuk menyusun rinciannya.

"Apa yang benar-benar penting adalah bahwa kami yakin bahwa kami ingin tetap dalam kesepakatan," kata Merkel seperti dikutip oleh dokumen itu.

Selain itu, Rouhani mengatakan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron melalui telepon pada bahwa paket tindakan ekonomi Uni Eropa untuk mengimbangi penarikan AS dari kesepakatan nuklir 2015 tidak berjalan cukup jauh.

"Paket yang diusulkan oleh Eropa tidak memenuhi semua tuntutan kami," kata Rouhani.

Baca juga: Trump: Memalukan NSA Hapus 685 Juta Panggilan Telepon dan Pesan Singkat

Namun, Presiden Iran memuji mitra Perancisnya untuk melakukan apa pun untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir bersejarah setelah penarikan AS.

Rencana Aksi Bersama Komprehensif 2015 antara Iran dan enam kekuatan dunia - Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Perancis, Jerman dan China - mendapat kecaman keras oleh Presiden AS Donald Trump selama kampanye pemilihannya pada tahun 2016. Trump mengakhiri partisipasi AS dalam perjanjian Mei, mengumumkan kembalinya sanksi secara bertahap ke Tehran, terutama penjualan minyaknya.

Namun, Rouhani memperingatkan AS bahwa pihaknya tidak memikirkan tentang konsekuensi dari serangan ekspor minyak Iran, dengan mengatakan negara itu akan "dengan tegas menolak" setiap ancaman terhadap kepentingan nasionalnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More