Pantau Flash
Gokil! Olimpiade Tokyo 2020 Perkenalkan Robot Canggih nan Futuristik
Sulitnya Klaim Asuransi Masuk 10 Besar Keluhan Konsumen Indonesia
4 Bocah Jadi Tewas Akibat Kebakaran Rumah di Kota Batu
Bukan Erick Thohir, Gojek Justru Tarik Boy Thohir untuk Isi Kursi Komisaris
Kemenpora-PASI Saring Atlet Berprestasi di ASG untuk SEA Games

Muncul Serangan Baru, Pemerintah Sri Lanka Blokir Media Sosial

Muncul Serangan Baru, Pemerintah Sri Lanka Blokir Media Sosial Seorang tentara berdiri di pintu masuk utama St. Theresa, Gereja Katolik di Sri Lanka setelah serangan bom Minggu Paskah pada 21 April, di Kolombo, Sri Lanka. (Foto: Reuters/Dinuka Liyanawatte)

Pantau.com - Pemerintah Sri Lanka memblokir sejumlah platform media sosial dan aplikasi messaging, termasuk Facebook dan WhatsApp, setelah adanya penyerangan masjid dan bisnis milik orang Muslim pasca pengeboman di Hari Paskah.

Puluhan orang melemparkan batu ke masjid dan toko milik orang Muslim pada Minggu, 12 Mei 2019. Selain itu, seorang pria dianiaya di Kota Chilaw di Pantai Barat dalam sengketa yang dimulai dalam jejaring sosial Facebook, kata seorang sumber kepada Reuters.

Otoritas Sri Lanka mengatakan, mereka menangkap Abdul Hammed Mohamed Hasmar (38), penulis postingan di Facebook yang menyulut permasalahan dengan komentar 'satu hari anda akan menangis', kata penduduk setempat yang menafsirkan kalimat itu sebagai ancaman kekerasan, seperti dilansir Reuters, Senin (13/5/2019).

Baca juga: Militer Sri Lanka Klaim Ancaman Militan Berhasil Dicegah Pasca Teror

Pihak berwenang juga menangkap kelompok di wilayah dekat Kuliyapitiya dan Dummalasuriya karena diduga menyerang sebuah toko milik orang Muslim.

Juru bicara militer Sumith Atapattu menegaskan warga di wilayah itu meminta para pria yang ditangkap untuk dibebaskan.

"Untuk mengendalikan situasi tersebut, jam malam polisi diberlakukan," kata Appattu.

Sejumlah aksi penyerangan itu muncul tiga minggu setelah serangkaian bom di empat hotel dan tiga gereja di Sri Lanka, yang menewaskan lebih dari 250 orang.

Baca juga: Pengadilan Sri Lanka Perintahkan Tes DNA Pemimpin Serangan Bom Paskah

Sejak saat itu, kelompok Muslim mengatakan, mereka telah menerima sejumlah tindakan rasis. Mereka juga khawatir bahwa pemerintah gagal bertindak atas peringatan yang berturut-turut tentang serangan Islam yang meningkat, dan tidak menangkap semua potensi militan.

Pemerintah telah melarang penggunaan media sosial dalam upaya untuk menyebarkan misinformasi dan sejumlah rumor.

"Media sosial diblokir lagi sebagai langkah sementara untuk mempertahankan perdamaian di negara ini," kata Direktur Jenderal Departemen Informasi Nalaka Kaluwewa kepada Reuters, Senin, (13/5/2019).

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: