Forgot Password Register

Ngutang Mudah, OJK Proyeksikan Transaksi 'Pinjam Uang' Online Capai Rp20 triliun

Ilustrasi (Pantau.com/Fery Heryadi) Ilustrasi (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat transaksi jasa 'pinjam uang' online atau peer to peer lending hingga Juni 2018 mencapai Rp7 triliun.

Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK, Hendrikus Passagi memproyeksikan jumlah transaksi hingga tahun 2018 ini dapat mencapai Rp20 triliun. 

"OJK memperkirakan hingga akhir tahun dana yang tersalurkan lewat fintech bisa mencapai Rp 20 triliun," ujarnya saat ditemui dalam acara Indonesia Fintech Fair 2018, di Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat, Jumat (13/7/2018).

Baca juga: YLKI: Banyak Aduan Konsumen Transaksi Belanja online dan Perbankan

Peningkatan transaksi tersebut dinilainya karena semakin beragamnya layanan peer to peer lending yang ada. Selain itu masyarakat kedepannya juga dinilai akan lebih teredukasi terkait jasa 'pinjam uang' online.

"Karena pemainnya semakin banyak dan masyarakat semakin lama semakin teredukasi," katanya.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech (Aftech), Karaniya Dharmasaputra sebelumnya memaparkan teknologi finansial atau fintech yang mulai menyebar di masyarakat dinilai dapat menjadi alternatif akses keuangan tersebar luas. 

Baca juga: Gara-gara Kebijakan Tarif Trump, Beli Mobil Murah Makin Susah

"Berbeda dengan perusahaan keuangan konvensional dan bank, produk fintech utamanya menyasar segmen retail, lapisan masyarakat yang selama ini tidak terlayani lembaga keuangan konvensional, dan transaksi mikro," katanya.

Pasalnya fintech dinilai menawarkan akses yang mudah dan dinilai lebih terjangkau sebagai ekonomis. 

"Karena menawarkan akses yang mudah (accessable) dan terjangkau secara ekonomis (affordable). fintech diyakini merupakan solusi dari rendahnya penetrasi keuangan di Indonesia selama ini," pungkasnya

Share :
Komentar :

Terkait

Read More