Forgot Password Register

Headlines

Parah! Pelaku Penjual Blangko E-KTP Online Ternyata Anak Eks Kadisdukcapil

Parah! Pelaku Penjual Blangko E-KTP Online Ternyata Anak Eks Kadisdukcapil Ilustrasi kasus E-KTP (Foto: Pantau.com/Amin H Al Bakki)

Pantau.com - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) angkat bicara terkait adanya kejahatan penjualan dokumen negara yakni blangko KTP elektronik pada situs jual beli online. Setelah ditelusuri, ternyata pelaku merupakan seorang anak eks Kadisdukcapil di Lampung.

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, pengungkapan penjualan blangko itu berawal dari laporan media massa nasional yang menyebut adanya blangko yang diperjualbelikan secara online di situs jual beli Tokopedia. Pihaknya kemudian langsung melakukan investigasi hasil temuan tersebut. 

"Hari Senin (2 Desember 2018) kami mendapat informasi dari wartawan Kompas kami lihat blangkonya, kami lihat identitas chipnya ketemu kami lacak ini di Kabupaten Tulang Bawang, (Lampung)," kata Zudan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, (6/12/2018). 

Baca juga: KPK Ingatkan Kartu Nikah Tak Berkasus Seperti E-KTP, Ini Kata Komisi VIII DPR

Setelah itu pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan perusahaan pembuat blangko dan dengan salah satu toko online yang menjual blangko tersebut. Kemudian didapati informasi lengkap penjual blangko itu dengan alamat di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Ternyata pelaku merupakan anak dari mantan Kepala Disdukcapil Tulang Bawang.

"Setelah kita buka kartu keluarganya (KK) ternyata ini (penjualnya) anaknya mantan Kepala Dinas Penduduk dan Pencatatan Sipil, Kabupaten Tulang Bawang bernama Nur Ishadi Nata melalui telepon dan sudah mengakui menjual 10 keping blangko yang diambil dari rumah ayahnya," katanya.

Baca juga: Terbukti Lakukan Pungli Pembuatan E-KTP, Dua Pegawai Disdukcapil Karawang Kini Berstatus Tersangka

Selain itu, Zudan menegaskan bahwa kejadian ini bukan disebabkan karena adanya sistem KTP elektronik yang jebol. Menurutnya, hingga saat ini kejadian tersebut tidak berdampak terhadap pelayanan keseluruhan. 

"Bapaknya enggak tau jadi tim kita sudah menemui bapaknya sudah menemui anaknya. Jadi masalahnya clear tidak ada sistem yang dijebol tidak ada yang terganggu ini tindak pidana biasa dan ini sudah tertangani tiga hari kami bisa mengungkap itu," tandasnya.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More