Forgot Password Register

Pengamat: Dalam Demokrasi Diajarkan untuk Siap Menang dan Siap Kalah

Pengamat: Dalam Demokrasi Diajarkan untuk Siap Menang dan Siap Kalah Jokowi dan Prabowo (Ilustrasi: Pantau.com/Amin H Al Bakki)

Pantau.com - Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr Ahmad Atang mengatakan, dalam politik demokrasi diajarkan untuk selalu siap kalah dan siap menang.

"Dalam politik demokrasi diajarkan untuk selalu siap kalah dan siap menang, sehingga yang kalah kemudian menggunakan cara lain untuk menekan kekuasaan justru menjadi bahan tertawaan," kata Ahmad Atang di Kupang, Kamis, 16 Mei 2019.

Baca juga: Prabowo Tolak Penghitungan KPU karena Tak Tega Penderitaan Rakyat

Menurutnya, pernyataannya itu sekaligus terkait dengan sikap capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyatakan menolak hasil penghitungan suara Pemilu 2019 yang dilakukan KPU.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno menyatakan menolak hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mereka menganggap telah terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif selama Pemilu 2019.

Menurut Atang, di dunia manapun demokrasi selalu menawarkan pilihan, karena di ujung dari pilihan hanya ada dua alternatif, yakni menang atau kalah, sehingga harus menerima apapun hasilnya.

"Memang harus diakui bahwa adanya pertarungan di tingkat elite yang menimbulkan ketegangan struktural, namun pemerintah telah berhasil melakukan pengendalian sosial yang cerdas dengan mendekati PAN dan Demokrat," ucapnya.

Baca juga: BPN Menolak Hasil Penghitungan Suara Versi KPU, Ini Alasannya

Dia mengatakan, apa yang dilakukan pemerintah ini merupakan strategi untuk melemahkan ketegangan. Ahmad menambahkan, secara konstitusional, negara telah memberikan ruang class action bagi pihak yang merasa keberatan atas hasil pilpres yakni melalui jalur hukum.

Sebagai warga negara dan kaum elite yang baik tentu harus percaya terhadap instrumen negara hukum.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More