Forgot Password Register

Headlines

Pengusaha Cium Gelagat Aneh Terkait Gencatan Senjata AS-China di KTT G20

Pengusaha Cium Gelagat Aneh Terkait Gencatan Senjata AS-China di KTT G20 Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden Cina, Xi Jinping, bertemu untuk pertama kalinya di Buenos Aires (Foto: Reuters)

Pantau.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai 'gencatan senjata' atas perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS) hanya sementara. Wakil Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani menilai gencatan senjata dilakukan untuk memberikan sentimen positif dalam forum G20.

"Dia enggak akan impuls dulu, nanti akan ada follow up pertemuan antara mereka berdua jadi saya melihat sense-nya ini hanya karena forum G20 menunjukkan mereka melambaikan signal positiflah tapi kenyataannya tidak semudah itu diselesaikan oleh mereka, karena berbeda pandangan banget konsepnya," ujarnya saat ditemui di kantor Apindo, Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Baca juga: Kantongi Faktor X, Apindo Optimis Rupiah Rp13.000 per Dolar AS

Sehingga menurut Shinta, jangan dianggap hal ini sudah final. Menurutnya dinamika ini tidak akan selesai dengan cepat karena keduanya memiliki pandangan yang cukup berada. 

"Sampai saat ini kita jangan bilang ada kepastian, dia itu gencatan itu maksudnya sementara dia gak akan menaikkan tarif lagi, tapi bukan berarti itu sudah final," katanya. 

"Jadi kita jangan kemudian menganggap itu selesai sudah itu beres, enggak sama sekali, belum beres dinamikanya kalau saya bilang dari kedua pimpinan negara ini saya lihat ini bukan yang akan cepat beres," imbuhnya.

Oleh karena itu menurutnya, lebih baik Indonesia fokus mencari peluang selama gencatan senjata ini. Tujuannya agar Indonesia dapat mendapatkan keuntungan terutama dari berbagai perjanjian dagang yang telah dilakukan beberapa waktu lalu.

Baca juga: 'Ngeri-ngeri Sedap' Ekonomi di Tahun Politik

"Justru kita melihat yang sekarang kita melihat kita punya perjanjian dagang itu dulu kita fokus, misalnya kita bisa dapat apa dari perang dagang, kita lebih baik menyelesaikan pekerjaan rumah kita ini apa saja yang kita bisa lakukan dari sektor-sektor yang kita mau dapatkan," katanya.

"Sementara dari peluang dari perang dagang ini sesuatu (apa yang) kita harus pertimbangkan karena gak bisa selesai dalam waktu cepat," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More