Forgot Password Register

Peta Industri, Harapan Organisasi Pekerja untuk Kedua Capres

Peta Industri, Harapan Organisasi Pekerja untuk Kedua Capres Debat perdana Pilpres 2019 (Foto: Antara)

Pantau.com - Debat Pemilihan Presiden (Pilpres) putaran ketiga akan segera digelar salah satunya membahas Ketenagakerjaan. Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) menilai dari program kerja yang dipaparkan kedua pasangan calon nomor urut 01 maupun 02 dinilai belum menyentuh permasalahan. 

"Sebenarnya kalau saya perhatikan kedua calon ini belum subtantif kepada arah persoalan ketenagakerjaan sekarang apasih subtansi permasalahannya," ujarnya saat ditemui usai diskusi yang digelar di Hotel Mercure, Jakarta Barat, Rabu (13/3/2019).

Menurutnya, program yang ditawarkan dinilai tidak kongkrit bahkan dinilai tidak menyentuh akar permasalahannya yang dihadapi pekerja selama ini. 

"Memang seperti biasa akan diketengahkan sebuah usulan yang relatif gak mendarat ke bawah (kongkrit), misalnya kesempatan kerja harus diiringi oleh pelatihan, BLK-BLK (Balai Latihan Kerja) kita saat ini sangat berantakan," ungkapnya. 

Baca juga: Bukan Sembako, Warga Inggris Malah Timbun Tisu dan Obat Jelang Brexit

Selain itu kata dia angkatan kerja saat ini juga masih didominasi oleh lulusan SD dan SMP. Sehingga perlu dibangun kemampuan dari tenaga kerja untuk dapat menyesuaikan diri dengan lapangan.

"Bagaimana skill tidak mumpuni angkatan kerja masih didominasi oleh lulusan SD SMP, oleh karena itu memang harus ada skill development," terangnya. 

Ia juga meminta kedua paslon dapat secara rinci memetakan potensi pekerjaan yang ada dan dibutuhkan saat ini. Supaya kemampuan dan kesempatan kerja dapat sesuai. 

"Jadi saya berharap kedua paslon tahu peta industri misal, di daerah Bali pariwisata, Sumatera apa, Jabar apa, sehingga mereka bisa tahu harus membangun apa. Harus terpetakan misalnya peningkatan skill-nya apa," ungkapnya.

Baca juga: Cair April, Ini Daftar Lengkap Kenaikan Gaji PNS dari Semua Golongan

Selain itu juga dibutuhkan perbaikan data terkait kebutuhan tenaga kerja agar dapat disesuaikan dengan kemampuan yang harus dimiliki.

"Lalu ada database yang sudah dilatih apa saja, bukan hanya menyediakan job training tapi job services. Mempertemukan yang sudah dilatih dengan industri ditemukan," katanya. 

Lebih lanjut, pihaknya juga meminta agar kedua paslon dapat memperhatikan kembali Undang-undang Ketenagakerjaan yang diatur melalui Undang-undang nomor 13 tahun 2003 terutama yang membahas soal aturan status pekerja outsourcing.

"Persoalan undang-undang nomor 13 tahun 2003 (utamanya) soal pengawasan rumit, bagaimana pengawasan (perusahaan) yang melanggar hak normatif, faktanya jumlah pengawas menurun, (lalu) Jaminan sosial ini menjadi kebutuhan juga bagi angkatan kerja kita. Selama ini belum maksimal. Maka ini harus ada strategi menjamin seluruh pekerja bisa mendapat jaminan pensiun," ungkapnya.

Lebih lanjut kata dia, program yang disampaikan kedua paslon semestinya dapat disamakan dengan rinci sesuai teknis. Sehingga dapat diketahui kemungkinan program tersebut realistis atau hanya wacana. 

"Jadi harus secara teknis seperti apa supaya masyarakat tercerdaskan, jangan cuma msyarakat melihat nanti kedepan oh anda gagal enggak gitu aja, tapi oh anda gagal karena anda tidak melaksanakan mengerjakan teknis-teknisnya," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More