Pantau Flash
ESDM: Kontrak Blok Corridor Diteken Gunakan Skema Gross Split
Seorang Ekstremis Selandia Baru Rencanakan Pembunuhan PM Jacinda Ardern
Jumlah Pelamar CPNS 2019 Diprediksi 5,5 Juta
PBSI Targetkan Juara Umum SEA Games 2019
Imbauan MUI Jatim ke Pejabat Muslim Tak Ucapkan Salam Lintas Agama Disorot

Polisi Inggris Akhirnya Tangkap Pendiri WikiLeaks Julian Assange

Polisi Inggris Akhirnya Tangkap Pendiri WikiLeaks Julian Assange Pendiri WikiLeaks Julian Assange. (Foto: Reuters/Peter Nicholls)

Pantau.com - Pendiri laman WikiLeaks Julian Assange ditangkap oleh kepolisian Inggris, Kamis (11/4/2019). Kejadian itu berulang ketika kepolisian diundang ke Kedutaan Besar Ekuador yang memberi Assange tempat sejak 2012.

"Julian Assange,47, hari ini, Kamis 11 April telah ditangkap oleh petugas dari Dinas Kepolisian Metropolitan (MPS) di Kedutaan Besar Ekuador," kata polisi.

Polisi mengatakan bahwa penangkapan Assange setelah pemerintah Ekuador menarik suaka untuk sosok yang dianggap bersekongkol dengan Donald Trump di Pilpres AS 2016 lalu.

Baca juga: Pendiri WikiLeaks Diusir dari Kedutaan Besar Ekuador di London

Assange mengungsi ke kedubes Ekuador di London pada 2012 untuk menghindari ekstradisi ke Swedia, karena pemerintah Swedia ingin memeriksanya untuk kasus pelecehan seksual.

Penyelidikan itu kemudian dihentikan, namun Assange khawatir diekstradisi untuk menghadapi dakwaan dari Amerika Serikat, terkait penyelidikan penuntut umum terhadap WikiLeaks.

"Assange ditahan di pos polisi London pusat dan akan dihadapkan ke pengadilan Westminster," kata polisi.

Hubungan Assange dengan tuan rumahnya runtuh setelah Ekuador menuduhnya membocorkan informasi tentang kehidupan pribadi Presiden Lenin Moreno. Sebelumnya Moreno mengatakan bahwa Assange melanggar syarat suakanya.

Baca juga: Pernyataan Berbeda Pernah Dilontarkan Trump Soal Sosok Pendiri WikiLeaks

Moreno mengatakan bahwa dia telah meminta Inggris untuk menjamin Assange tidak diekstradisi ke negara lain yang dapat membuatnya dianiaya atau dihukum mati. "Pemerintah Inggris telah memberikan konfirmasi tertulis sesuai dengan aturan hukum mereka," kata Moreno.

WikiLeaks mengatakan bahwa Ekuador secara tidak sah mengakhiri suaka politik bagi Assange, melanggar hukum internasional.

Bagi sebagian, Assange adalah pahlawan yang mengungkap tindakan yang oleh pendukungnya disebut menyalahgunakan wewenang oleh negara-negara modern dan membela kebebasanbicara. Namun bagi sebagian lain, dia adalah pemberontak berbahaya yang merusak keamanan Amerika Serikat.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: