Forgot Password Register

Putin: Rusia akan Berikan Respon Jika AS Hancurkan Perjanjian INF

Putin: Rusia akan Berikan Respon Jika AS Hancurkan Perjanjian INF Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Helsinki. (Foto: Reuters/Kevin Lamarque)

Pantau.com - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa pihaknya menentang penghancuran Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) dengan AS. Bila itu terjadi, kata dia, Rusia akan memberikan respon.

Pernyataan Putin itu keluar, sehari setelah AS mengatakan akan menarik diri dari perjanjian jika Rusia tidak kembali ke kepatuhan penuh.

"Ini berarti bahwa keputusan telah lama dibuat, tetapi telah dibuat secara diam-diam. Mereka mengira kita tidak akan memperhatikan ini, tetapi ini sudah ada dalam anggaran Pentagon, dalam penciptaan misil-misil ini. Tetapi hanya setelah mereka mengumumkan secara terbuka bahwa mereka pergi," kata Putin, yang dikutip dari Sputnik, Kamis (6/12/2018).

"Sebagai langkah berikutnya, mereka mulai berpikir siapa yang dapat mengocok kesalahan. Nah, untuk mengatakan 'Rusia harus disalahkan' adalah hal yang paling mudah dan paling biasa untuk orang Barat biasa. Ini tidak benar, kami menentang penghancuran perjanjian, tetapi jika itu terjadi, kami akan bereaksi sesuai."

Putin mengakui, banyak negara lain masih mengembangkan rudal jarak menengah dan jarak pendek, sementara Rusia dan AS telah membatasi diri di bawah Perjanjian INF. Ia menambahkan bahwa jika AS percaya bahwa mereka harus memiliki senjata seperti itu, Moskow akan mengikutinya.

"Ini benar. Banyak negara lain, mungkin, sudah selusin negara, memproduksi senjata semacam itu, sementara Rusia dan Amerika Serikat menahan diri secara bilateral," kata Putin.

Saya percaya mitra AS kami berpikir bahwa sekarang situasinya telah berubah sedemikian rupa sehingga Amerika Serikat harus memiliki senjata semacam itu juga. Jawaban apa yang akan kami berikan? Yang sederhana: maka kita akan melakukannya juga."

Lebih lanjut Putin mengingatkan, AS secara sepihak telah menarik dari Perjanjian Anti-Balistik Rudal pada tahun 2002, yang merupakan salah satu perjanjian utama dalam keamanan internasional.

"Dan mereka masih memiliki keberanian, mereka telah menarik diri dari perjanjian itu dengan tenang tanpa mengacu pada apa pun. Mereka hanya menarik diri dari perjanjian itu, dan menyebutnya sehari," ujarnya.

"Sebenarnya, ini persis apa yang terjadi sekarang, tapi sekarang mereka mencerminkan pada siapa mereka dapat mengocok kesalahan ke atas untuk langkah ini, yang saya percaya dianggap buruk," tutup Putin.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More