
Pantau - Menteri Luar Negeri China Wang Yi menegaskan bahwa hubungan antara China dan Rusia dibangun atas dasar saling menghormati kepentingan masing-masing serta berpegang pada prinsip non-blok dan tidak menargetkan pihak ketiga.
Pernyataan tersebut disampaikan Wang Yi dalam konferensi pers tahunan di Beijing saat menjawab pertanyaan dari kantor berita Rusia RIA Novosti.
Ia mengatakan, “Kami selalu menghormati kepentingan inti masing-masing, tidak memaksakan kehendak dan agenda kami satu sama lain, dan berpegang teguh pada prinsip non-blok dan tidak menargetkan pihak ketiga.”
Wang Yi juga mencatat bahwa hubungan kedua negara tidak dibangun melalui provokasi ataupun tekanan eksternal.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya stabilitas strategis yang cukup tinggi dalam hubungan China dan Rusia.
Hubungan Dibangun atas Dasar Kesetaraan
Wang Yi menyatakan hubungan bilateral antara China dan Rusia sejak awal didasarkan pada prinsip kesetaraan.
Selain itu hubungan tersebut juga dibangun atas dasar saling menghormati dan saling menguntungkan.
Ia mengatakan, “Hubungan ini [antara Rusia dan China] telah didasarkan pada kesetaraan, rasa hormat, dan saling menguntungkan sejak awal.”
Ia menambahkan bahwa kedua negara memiliki kemandirian strategis serta otonomi dalam menjalankan hubungan bilateral.
Menurutnya tingkat kepercayaan timbal balik antara China dan Rusia juga tetap terjaga pada level yang tinggi.
Disampaikan di Sela Kongres Rakyat Nasional
Konferensi pers Wang Yi berlangsung di sela Sidang Keempat Kongres Rakyat Nasional ke-14.
Kongres Rakyat Nasional merupakan badan legislatif tertinggi di China.
Sidang tersebut berlangsung di Beijing pada 5 hingga 12 Maret 2026.
- Penulis :
- Gerry Eka








