Pantau Flash
Intake Manifold Plastik Diketahui Meleleh, Volvo Tarik 507.353 Kendaraan
Bima Sakti Tetapkan 23 Pemain Isi Skuad Garuda Asia di Piala AFF U-15
BNPB Sebut Tujuh Provinsi Ini Terdampak Kekeringan
KPK Benarkan Pemprov Papua Belum Berhentikan ASN Terlibat Korupsi
Atletik Juara Umum ASEAN Schools Games 2019

Putri Eks Diktator Guatemala Dilarang Calonkan Diri dalam Pilpres

Putri Eks Diktator Guatemala Dilarang Calonkan Diri dalam Pilpres Zury Rios (tengah), putri mantan diktator militer Guatemala Efrain Rios Montt. (Foto: Reuters/Luis Echeverria)

Pantau.com - Badan Peradilan Guatemala mengatakan, mereka telah melarang putri mantan diktator militer, Efrain Rios Montt, dari partisipasinya dalam pemilihan presiden negara itu pada bulan Juni mendatang.

Mahkamah Konstitusi Guatemala menolak pengajuan putri Montt, politisi sayap kanan Zury Rios, untuk keputusan pengadilan yang memblokir pencalonannya untuk pemilihan presiden, demikian pernyataan pengadilan.

Keputusan itu berdasarkan artikel Konstitusi Guatemala yang menutup kerabat dekat pemimpin kudeta d'Etat dari menjabat sebagai Presiden atau Wakil Presiden.

Baca juga: Kacau, Istri Cantik Presiden Guatemala Diduga Lakukan Penipuan Cek Palsu

"Ukuran membatasi relatif dekat dari asumsi posisi Presiden atau Wakil Presiden Republik adalah logis karena memprioritaskan kebaikan umum atas kepentingan individu," menurut pernytaan pengadilan, seperti dilansir Reuters, Rabu (15/5/2019).

Dalam sebuah postingan, Rios menuliskan bahwa dirinya akan menanggapi keputusan pengadilan dalam wawancara televisi pada Senin malam, 13 Mei 2019.

Majelis Pemilihan Agung memiliki waktu 24 jam untuk mencabut registrasi Rios, kata Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi Martin Guzman dalam konferensi pers.

Baca juga: Truk Babat Pejalan Kaki di Guatemala, 32 Meregang Nyawa

Rios, yang telah merencanakan untuk menjalankan kampanyenya mewakili Partai Valor, yang juga turut maju pada tahun 2015 silam. Ia berada di antara para kandidat di garis depan, namun berada dibelakang Thelma Aldana, mantan Jaksa Agung negara, dalam jajak pendapat.

Ayahnya, Riot Montt, dihukum pada 2013 lalu karena genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Namun, sepekan kemudiam, hakim pengadilan atas negara itu membalikan kalimat itu.

Rios Montt, yang mengepalai dewan pemerintahan yang melengserkan Presiden Angel Guevara dari kekuasaannya pada 1982, meninggal pada tahun 2018 di usia 91.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: