Forgot Password Register

Rentan Gangguan Keamanan di Perbatasan, Malaysi-Filipina-Indonesia Gelar Patroli Bersama

Bendera Malaysia. (Foto: Pixabay) Bendera Malaysia. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Kementerian Pertahanan Malaysia akan melanjutkan patroli bersama Indonesia dan Filipina. Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu mengemukakan hal itu ketika dihubungi di Kuala Lumpur pada Senin (9/7/2018).

"Kami negara tetangga bahkan mempunyai hubungan darah, sehingga kalau ada perbedaan terkait perbatasan dan sebagainya, kami akan membicarakan bersama," kata Ketua Umum Partai Amanah Negara tersebut.

Sekarang, kata dia, hubungan paling baik adalah patroli bersama antara Malaysia, Indonesia dan Filipina.

"Patroli untuk menjaga keamanan di rantau, termasuk Selat Malaka, yang menjadi jalur perdagangan paling sibuk di dunia. Ini melibatkan perbatasan Sumatera, Semenanjung Malaysia dan kapal jalur ke Filipina dan China," katanya.

Baca juga: Dukung Kemerdekaan Yaman, Arab Saudi Kirim Bantuan Mencapai USD1,6 Miliar

Ia mengatakan bahwa kerjasama dengan Indonesia juga dilanjutkan karena sudah banyak perjanjian di antara dua negara tersebut.

"Kalau ada beda pandangan dalam satu masalah, kami selalu ke meja perundingan sebab dua jam bisa sampai Kualalumpur-Jakarta. Begitu pula sebaliknya, sehingga kami akan lanjutkan tanpa terkecuali," katanya.

Mohamad Sabu menegaskan bahwa kapal perang boleh lewat tetapi bukan berlabuh dan menunjukkan kekuatan di tempat itu, termasuk di Laut China Selatan.

"Kalau ada masalah ASEAN, kami akan musyawarah tetapi kami tidak mau campur tangan China dan Amerika Serikat secara besar-besaran, yang menimbulkan ketegangan di wilayah ini," katanya.

Baca juga: Sisa Uang Jaminan RM500 Ribu Pembebasan Najib Razak Terkumpul Sukarela

Share :
Komentar :

Terkait

Read More