Forgot Password Register

Soal Wacana Gaji Guru Rp20 Juta, Ini Kata Sandiaga Uno

Soal Wacana Gaji Guru Rp20 Juta, Ini Kata Sandiaga Uno Sandiaga Uno (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Tim Pemenangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 berencana akan menaikkan gaji guru hingga Rp20 juta per bulan. Cawapres Sandiaga Uno pun mengklaim gaji guru di Jakarta bahkan sudah mencapai angka tersebut. 

"Pernah rewind enggak sekitar 6 bulan lalu (pernah bilang), sebetulnya guru-guru di Jakarta, dengan tunjangan, sertifikasi dan lain sebagainya sudah banyak memiliki gaji seperti angka yang disebutkan Pak Mardani (Wakil Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi)," ujarnya saat ditemui dalam acara Indonesia Economic Forum, di Shangri-La Hotel, Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Baca juga: SBY Siap Kampanyekan Prabowo-Sandi Bulan Maret, Sandiaga: Alhamdulillah

Lebih lanjut kata dia, secara umum pernyataan tim pemenangan Prabowo-Sandi adalah akan meningkatkan kesejahteraan guru-guru.

"Kita buat pekerjaan guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa itu mendapatkan kompensasi yang layak dan dengan begitu kita bisa menarik talenta terbaik ke bidang pendidikan," katanya.

"Nah memang di Eropa Utara, gaji guru dan yang waktu perdebatan itu bisa dilihat dalam skala kecil. Nah kalau kita kan dalam skala besar, tentunya kita sedang menghitung pada kenyataan di DKI, gaji guru yang memiliki tunjangan, sertifikasi, itu sudah mendapat pendapatan yang cukup lumayan," imbuhnya.

Baca juga: Menanti Jurus Jitu SBY Kampanyekan Prabowo-Sandi

Lebih lanjut menurutnya, maksud yang disampaikan oleh timnya adalah meningkatkan kesejahteraan guru. Namun untuk besarannya menurutnya masih dalam penghitungan agar tidak membebani anggaran. 

"Saya ingin garis bawahi apa yang diungkapkan Pak Mardani Ali Sera itu sebagai salah satu pemikiran kita bagaimana meningkatkan kesejahteraan guru, bagaimana guru-guru honorer sekarang kita tingkatkan kepastian daripada status mereka," katanya. 

"Jumlah besarannya berapa sedang kita hitung sehingga tidak memberatkan beban dari tentunya anggaran kita. Dengan 20 persen jumlah yang yang dikhususkan untuk pendidikan kita mestinya bisa mengelola dengan lebih baik dan mendapatkan kebijakan yang lebih memberikan kesejahteraan kepada guru-guru," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More