Pantau Flash
The Fed Turukan Suku Bunga, Rupiah Diprediksi Menguat
BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Perairan Indonesia
PBNU Ikut Komentar Soal Kenaikan Cukai Rokok Berdampak ke Petani Tembakau
PKB Pastikan Beri Bantuan Hukum untuk Imam Nahrawi
Indonesia Hancurkan Kepulauan Mariana Utara 15-1

Sosok Politisi Gerindra Inilah yang Jadi Penjamin Eggi Sudjana

Sosok Politisi Gerindra Inilah yang Jadi Penjamin Eggi Sudjana Eggi Sudjana (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menyebut bahwa dikabulkannya penangguhan terhadap Eggi Sudjana lantaran penyidik menyetujui sosok penjamin yakni Sufmi Dasco selaku anggota Komisi III DPR RI sekaligus politisi Partai Gerindra.

"Setelah diilihat dievaluasi kemudian pada hari ini Senin, 24 Juni, pengajuan penangguhan penahanan oleh penjamin Pak Dasco itu dikabulkan oleh penyidik," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (24/6/2019).

Baca juga: Eggi Sudjana Girang Jelang Bebas, Pengacara: Jangan Ngomong

Meski demikian, dalam penangguhan itu tak hanya sosok Sufmi Dasco yang menjadi penjamin. Sebab, keluarga dari Eggi Sudjana juga menjadi pihak penjamin.

Dikabulkannya penangguhan penahanan itu, sambung Argo, lantaran tim penyidik telah memiliki pertimbanganan subjektif dan objektif yang salah satunya yakni tak akan menghilangkan barang bukti dan selalu kooperatif. 

"Pertimbangan penyidik untuk mengabulkan yang pertama karena yang bersangkutan kooperatif. Jadi setelah kita lakukan pertanyaan oleh penyidik semua koopertaif," kata Argo. 

"Yang kedua, Pak Eggi tidak akan menghilangkan barang bukti, tidak akan melarikan diri. Intinya semuanya sudah dievaluasi penyidik dan sudah dikabulkan," sambungnya. 

Baca juga: Kuasa Hukum Sebut Eggi Sudjana Bebas Bersyarat

Untuk diketahui, Eggi telah mengajukan penangguhan penahanan dengan penjamin Sufmi Dasco Ahmad, pada 4 Juni 2019.

Eggi ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar soal People Power oleh Polda Metro Jaya. Penetapan itu berdasarkan proses gelar perkara pada 7 Mei 2019.

Kasus itu bermula saat adanya perlaporan ke Bareskrim Polri yang dilakukan oleh Supriyanto, yang mengaku sebagai relawan dari Jokowi-Ma'ruf Center (Pro Jomac), ke Bareskrim Polri pada Jumat, 19 April 2019.

Laporan Supriyanto telah teregistrasi dengan nomor: LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 19 April 2019 dengan tuduhan penghasutan.

Perkara yang dilaporkan adalah Tindak Pidana Pengaduan Palsu UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 220 KUHP Pencemaran Nama Baik UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 310 KUHP.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional

Berita Terkait: