Forgot Password Register

Sri Mulyani dan Mahfud MD Jadi Cawapres Potensial Versi Survei SMRC

Survei SMRC (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi) Survei SMRC (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebut tujuh nama unggulan yang berpotensi menjadi cawapres di tiga kalangan masyarakat, yakni kalangan elite, opinion leader (orang berpengaruh), dan masyarakat umum.

Ketujuh nama tersebut adalah Mahfud MD, Sri Mulyani, Chairul Tanjung, Airlangga Hartarto, M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB), Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan, dan Said Aqil Siradj yang berpotensi besar menjadi cawapres.

"Jadi nama-nama ini selalu muncul sebagai lima besar yang memperoleh penilaian tertinggi, oleh baik elite, opinion leader maupun masyarakat pemilih secara keseluruhan," ujar CEO Djayadi Hanan di Jalan Cisadane 8, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/7/2018).

Baca juga: Ini Mekanisme Pemilihan Cawapres untuk Jokowi

Akan tetapi dari nama-nama itu ada yang namanya masih redup redam, tapi ada dua nama yang konsisten selalu disebut di tiga golongan masyarakat, yakni Sri Mulyani dan Mahfud MD.

"Nama yang muncul terus menerus di tiga segmen itu ada dua nama yang terus menerus muncuk yaitu nama pertama Pak Mahfud MD, yang kedua nama Ibu Sri Mulyani, nama-nama lain itu muncul secara tidak keseluruhan," kata Djayadi.

Terkait keluarnya nama itu, Ahli Psikologi Sosial Universitas Indonesia Bagus Takwin menjelaskan hal ini lantaran kedua nama itu selalu konsisten hadir di publik dan tidak pernah surut, terkait isu-isu terkini.

"Kebetulan dua nama Mahfud MD dan Sri Mulyani keluar belakangan ini, sering muncul, kelihatannya mereka ini orang yang muncul dengan teknokratis yang menonjol. Terlihat di publik ditangkap baik oleh masyarakat dan tangkas kalau berdebat," kata Bagus

"Sri Mulyani dan Mahfud MD dia bisa tampilkan kualitas diri yang ajeg dan konsisten," tambahnya.

Baca juga: PAN Bantah Kabar Adanya Surat Dukungan untuk Jokowi di Pilpres 2019

Sementara itu, survei ini dibagi kedalam tiga golongan responden yakni kalangan elite yang diantaranya adalah politisi, teknokrat senior, intelektual nasional, dan pengusaha yang masuk sebagai 50 pengusaha terkaya di Indonesia. Kelompok ini di dapat 12 orang responden dengan menggunakan metode wawancara mendalam tatap muka langsung.

Golongan kedua yakni opinion leader atau orang yang berpengaruh di masyarakat misalnya kepala adat, ulama, dan tokoh yang biasa terekspos media massa, sebanyak 93 orang.

Golongan ketiga yaitu kalangan masyarakat umum dengan total responden sebanyak 2.206 orang, dengan menggunakan metode multistage random sampling, dengan Margin of Error sebesar 2,1 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Periode survei dilakukan selama kurun waktu sebulan pada awal Mei hingga akhir Mei 2018 lalu.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More