Pantau Flash
KPK Kembali Agendakan Pemeriksaan Soekarwo Pekan Depan
Kantongi USD102 Miliar, Huawei Duduki Posisi 1 dari 500 Perusahaan China
Produsen Korsel Sudah Incar Lokasi Untuk Pabrik Mobil Listrik di Karawang
The Daddies Melenggang ke Perempatfinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019
Ketua DPRD DKI: 31 Agustus Batas Terakhir Pemprov Urusi Pencari Suaka

Studi: Pendidikan Tidak Sepenting Itu Bagi Demensia

Studi: Pendidikan Tidak Sepenting Itu Bagi Demensia Ilustrasi demensia. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Ada anggapan bahwa berpendidikan lebih tinggi bisa memperlambat efek berbahaya penurunan fungsi kognitif. Namun, sebuah studi membantah anggapan itu.

Studi dalam jurnal Neurology menemukan bahwa pendidikan mungkin tidak sepenting itu untuk memerangi penurunan kognitif dan demensia.

Untuk sampai pada kesimpulan itu, para peneliti melibatkan hampir 3.000 orang berusia lanjut sekitar delapan tahun dalam studi. Mereka menemukan bahwa memperoleh lebih banyak pendidikan tampaknya tidak melindungi orang dari pengikisan keterampilan berpikir begitu proses penurunan kognitif dimulai.

Orang dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi pada awal penelitian memang menunjukkan keterampilan berpikir yang lebih baik pada berbagai tes, tetapi tingkat pendidikan tampaknya tidak berpengaruh pada seberapa cepat orang berkembang setelah penurunan kognitif dan dalam beberapa kasus demensia dimulai.

"Pendidikan memberikan beberapa perlindungan terhadap demensia, tetapi tidak memberikan perlindungan terhadap [tingkat] penurunan kognitif," Robert Wilson, profesor ilmu neurologis di Rush University Medical Center.

Baca juga: Berita Gembira, Penyembuhan Demensia Menemui Titik Terang

Dalam studi itu, peneliti juga melacak apakah tingkat kognitif orang mengaalami penurunan bervariasi berdasarkan tingkat pendidikan mereka. Mereka menemukan jawaban, tidak.

Temuan memperlihatkan bahwa mereka yang berpendidikan lebih tinggi tidak memiliki lebih sedikit tanda-tanda demensia fisik dalam bentuk lesi, plak, atau kusut neuron pada otak mereka.

Baca juga: Waspada! Kesepian Bisa Jadi Pemicu Alzheimer

Namun, tidak berarti pendidikan tak memberikan manfaat melindungi otak yang menua. Pendidikan tinggi dapat membantu membangun jaringan sel yang lebih kuat, yang tampaknya membantu melindungi terhadap sel-sel yang memburuk seiring dengan penuaan. Tetapi begitu penurunan kognitif dimulai, keuntungan itu tampaknya terhapus.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Rifeni
Category
Ragam