Forgot Password Register

Sumringahnya Donald Trump Terima Surat dari Kim Jong Un

Presiden AS Donald Trump dengan Pimpinan Korea Utara Kim Jong Un. (Foto: Reuters/Jonathan Ernst) Presiden AS Donald Trump dengan Pimpinan Korea Utara Kim Jong Un. (Foto: Reuters/Jonathan Ernst)

Pantau.com - Presiden Donald Trump merilis sebuah surat dari Kim Jong Un, di mana pemimpin Korea Utara menyuarakan keyakinan dalam upaya untuk mengakhiri kebuntuan nuklir. 

"Sebuah catatan yang sangat bagus dari pimpinan Kim Korea Utara," tulisnya di akun Twitter miliknya @realDonaldTrump seperti dikutip Pantau.com, Jumat (13/7/2018).

Trump men-tweet bersama salinan surat tertanggal 6 Juli -hari ketika Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mendarat di di Korea Utara guna bertemu dengan Kim Jong Un.

"Kemajuan besar sedang dibuat!" kata Trump menambahkan.

Baca juga: Persaingan Mesra ala Vladimir Putin dan Donald Trump

Melansir AFP, dalam surat itu Kim menjelaskan pertemuan puncak 12 Juni dengan Trump di Singapura, dan pernyataan bersama yang dihasilkan disetujui oleh kedua pihak, sebagai awal dari membaiknya hubungan Korut dan AS.

"Saya benar-benar percaya bahwa kemauan yang kuat, upaya tulus dan pendekatan yang unik dari diri saya sendiri dan Yang Mulia Tuan Presiden bertujuan membuka masa depan baru antara DPRK dan AS pasti akan terwujud," tulis Kim.

"Saya sangat menghargai upaya yang energik dan luar biasa yang dilakukan oleh Yang Mulia Bapak Presiden untuk peningkatan hubungan antara kedua negara dan penerapan pernyataan bersama yang setia," tambahnya.

Baca juga: Intip Yuk 'Anak Kucing' Seksi Penceramah Kontroversial Harun Yahya

Sebelumny, Menlu AS Mike Pompeo pergi bertolak ke Korea Utara selama dua hari dalam upaya untuk menyempurnakan komitmen denuklirisasi yang dibuat selama pertemuan bersejarah bulan lalu antara Trump dan Kim.

Korea Utara telah lama melengserkan tujuan denuklirisasi, tetapi yang dilihatnya sebagai proses panjang perlucutan senjata multilateral yang tidak jelas di seluruh semenanjung Korea. Bukannya pembongkaran sepihak persenjataan nuklirnya. Pompeo bersikeras bahwa pembicaraan itu membuat kemajuan.

Tetapi sangat berbeda, pandangan Korut justru sangat negatif. Dengan peringatan bahwa masa depan proses perdamaian terancam oleh tuntutan kuat AS atas perlucutan senjata nuklir sepihaknya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More