Pantau Flash
Catat! Ini Janji Menko Luhut Soal Solusi Masalah Sawit Indonesia
Menlu Iran: AS Tak Bisa Bikin Teluk Persia Kacau
Dari 20 Nama 4 Anggota Polri Lolos Profile Assessment Jadi Capim KPK
Dirut Jasa Marga Dukung Pemindahan Ibu Kota: Tol di Kalimantan Sudah Ada
Kapolsek Sukajadi Diperiksa karena Diduga Kirim Miras ke Mahasiswa Papua

Taufik Hidayat Minta Pelatih Tunggal Putra Diganti, Susy Susanti Buka Suara

Taufik Hidayat Minta Pelatih Tunggal Putra Diganti, Susy Susanti Buka Suara Susy Susanti. (Foto: Pantau.com/Willa Wildayanti)

Pantau.com - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Susy Susanti, menilai usulan pergantian pelatih bagi Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie butuh pertimbangan banyak faktor.

"Kita melihat banyak faktor yang dinilai, tidak hanya saat kalah. Kita juga lihat saat kemenangan seperti apa," kata Susy.

Permintaan untuk mengganti pelatih sebelumnya diungkapkan mantan atlet bulu tangkis nasional, Taufik Hidayat, setelah kecewa dengan kekalahan Anthony Ginting dan Jonatan Christie di Indonesia Open 2019.

Baca juga: Taufik Hidayat Minta Ginting dan Jojo Introspeksi Diri

Anthony kandas di babak kedua oleh atlet nonunggulan asal Thailand Kantaphon Wangcharoen Sementara langkah Jonatan terhenti di babak perempat final setelah takluk oleh lawan asal Taiwan, Chou Tien Chen.

Menurut Susy masukan terkait pergantian pelatih yang disampaikan Taufik Hidayat melalui sejumlah media massa merupakan bentuk perhatian dari seorang legenda bulu tangkis terhadap keberlangsungan prestasi nasional.

"Tentunya masukan dari para legenda sangat luar biasa, tapi kita lihat secara teknis, kalahnya seperti apa. Kalau lihat pada saat menang sebulan lalu, all Indonesian final di New Zealand, perlu jadi pertimbangan juga," kata Susy.

Baca juga: Ini Permintaan Maaf Jonatan Christie pada Masyarakat Indonesia

PP PBSI, kata Susy, akan mengevaluasi penampilan pebulu tangkis nasional usai perhelatan SEA Games 2019 dari sisi permainan, kesiapan, hingga mencermati situasi kritis poin.

"Namanya pertandingan, ada menang, ada kalah. Contohnya Kento Momota kalah dari pemain yang non unggulan. Dalam hal olahraga menang dan kalah itu pasti dan hal biasa," katanya.

Susy menyebut hal terpenting adalah mengetahui di mana kelemahan sang atlet dan memperbaikinya. "Kita sebagai pelatih ingin agar prestasi anak asuhnya terus meningkat. Kita lihat tahun ini Jonatan sudah dua kali juara, Ginting dua kali final, secara rangking tempati 6 dan 7 dunia," tegasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Category
Olahraga

Berita Terkait: