Forgot Password Register

Terguncang Perekonomian Global, Begini Kondisi Perekonomian Indonesia

Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto:Antara/Sigid Kurniawan) Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto:Antara/Sigid Kurniawan)

Pantau.com - Kementerian Keuangan merilis perkembangan ekonomi makro triwulan I 2018. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, guncangan di sektor keuangan global relatif masih tinggi.

"Volatilitas sektor keuangan Global relatif masih tinggi diakibatkan oleh ketidakpastian kebijakan moneter AS, ancaman perang dagang antara AS dan Tiongkok, serta naiknya harga minyak," ujarnya saat menggelar jumpa pers di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (17/5/2018).

Selain itu, membaiknya perekonomian serta antisipasi kenaikan RR (Rasio Rate) yang lebih tinggi dari yang diperkirakan mendorong penguatan dolar AS termasuk terhadap rupiah.

"(Lalu), Yield us Tbond 10Y kisaran 3% menyebabkan terjadi Capital outflows dari negara berkembang," ungkapnya.

Baca juga: Waspada, Pengeluran Ramadan Ini Bisa Bikin Kantong Kempes

Lebih lanjut ia memaparkan, memasuki awal Triwulan ll 2018, realisasi penerimaan pendapatan negara dan hibah telah mencapai Rp527,82 triliun atau telah terealisasi sebesar 27,86 persen dari target APBN 2018.

"Realisasi tersebut terdiri dari penerimaan Perpajakan sebesar Rp416,93 triliun. PNBP sebesar Rp109,91 triliun, dan hibah sebesar Rp0,99 triliun atau masing-masing telah mencapai 25.77 persen 39.90 persen dan 83,24 persen dari target APBN 2018," paparnya.

Secara lebih rinci penerimaan perpajakan sampai dengan akhir April 2018 terdiri dari penerimaan pajak sebesar Rp383,27 triliun dan penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp33,66 triliun atau masing-masing telah terealisasi sebesar 26,91 persen dan 17,34 persen dari target APBN 2018.

Baca juga: BEI Hadirkan Tiga Indeks Saham Baru, Apa Saja?

Pertumbuhan penerimaan PPh non migas sampai dengan akhir April 2018 masih didominasi oleh penerimaan Pajak atas Impor yang tumbuh mencapai 25,34 persen yoy yang utamanya dari PPh pasal 22 Impor (28,96 persen) dan PPh pasal 25/29 Badan tumbuh hingga 23,55 persen yoy.

Capaian realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai sampai dengan akhir April 2018 didukung oleh pertumbuhan positif penerimaan cukai yang tumbuh 10,90 persen yoy, bea masuk tumbuh 14,77 persen yoy, dan Bea Keluar (BK) yang tumbuh signifikan mencapai 75,52 persen secara yoy, yang utamanya disumbang oleh komponen BK Mineral.

Sedangkam capaian PNBP hingga 30 April 2018 mencapai Rp. 109,90 triliun atau mencapai 39,90 persen dari target APBN 2018 sebesar Rp275,43 triliun. 

"Capaian PNBP ini mengaiam peningkatan sebesar 21,02 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More