Pantau Flash
Komisioner KPU Tingkat Provinsi Dikumpulkan Pasca OTT Wahyu Setiawan
Konstruksi RDMP Kilang Balikpapan Melebihi Target
Ketut/Tania Gagal Lolos Babak Utama Thailand Master 2020
Kementan: Madiun Akan Dijadikan Pusat Pengembangan Porang
Kemenko Proyeksi Penyaluran KUR 2020 Makin Kencang

Ternyata Mengepalkan Tangan Bisa Membuat Emosi Seseorang Lebih Terkontrol

Ternyata Mengepalkan Tangan Bisa Membuat Emosi Seseorang Lebih Terkontrol Ilustrasi Mengepalkan Tangan. (Foto: iStock)

Pantau.com - Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di "Journal of Consumer Research" menyatakan, mengepalkan tangan selama beberapa saat bisa meningkatkan kontrol diri dan tekad seseorang saat mengalami masa tidak menyenangkan seperti sedang berduka.

Orang yang menghadapi keadaan tidak menyenangkan seperti sedang sakit atau menerima kabar buruk bisa mengurangi masa-masa menyakitkan ini dengan menegangkan otot mereka.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Iris Huang dari National University of Singapore dan Aparna Labroo dari University of Chicago. Mereka menempatkan sekumpulan relawan melalui serangkaian dilema yang melibatkan penerimaan rasa sakit jangka panjang selama pencapaian jangka panjang.

Baca Juga: Rutin Konsumsi Buah dan Sayur Bisa Turunkan Resiko Darah Tinggi

Aktivitas itu termasuk meletakkan tangan dalam air dingin, minum cairan cuka, menonton program amal dan pantang makanan tidak sehat.

Para penulis menemukan para partisipan yang memperketat otot pada saat menghadapi pergulatan di dalam lebih mampu menahan rasa sakit atau kegelisahan dan menolak makanan yang menggiurkan.

"Para partisipan yang diinstruksikan mengencangkan otot-otot mereka, tanpa memperhatikan otot mana yang mereka kencangkan, tangan, jari, betis atau bisep, saat berusaha mengerahkan pengendalian diri menunjukkan kemampuan lebih besar untuk menahan rasa sakit, mengonsumsi obat-obatan yang tak menyenangkan atau menghadapi makanan menggoda," tulis mereka.

Baca Juga: 5 Cara Sederhana Agar Hidup Kamu Lebih Bahagia

Saat relawan terlalu lama tegang sebelumnya mereka merasa lelah saat mereka harus membuat pilihan.

Pengaruhnya juga bergantung pada pilihan yang selaras dengan tujuan para partisipan. Jadi para partisipan minum cuka yang tak menyenangkan lebih banyak bila mereka sudah mengatakan mereka menginginkan gaya hidup lebih sehat.

"Pikiran dan jiwa juga terikat besama secara dekat, hanya mengepalkan otot-otot bisa menghidupkan tekad. Jadi hanya terlibat dalam tindakan-tindakan tubuh, bisa berfungsi sebagai sumber tanpa kesadaran untuk memicu kemauan," demikian kesimpulan para peneliti.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - ANU
Category
Ragam

Berita Terkait: