Forgot Password Register

Tren Pelemahan Rupiah Berlanjut, BI Diminta Hati-hati Lakukan Intervensi Pasar

Tren Pelemahan Rupiah Berlanjut, BI Diminta Hati-hati Lakukan Intervensi Pasar Bank Indonesia (BI). (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Komisi XI DPR RI terkait Keuangan, Perencanaan Pembangunan, Perbankan menanggapi tren pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang sudah terjadi sejak Jumat pekan lalu.

Ia mengatakan, kondisi tersebut dipicu peningkatan keuntungan surat utang jangka pendek AS dan juga prediksi kenaikan suku bunga bank sentral Amerika The Fed.

"Penguatan USD beberpa hari terakhir lebih banyak dipicu oleh meningkatnya yield US treasury bills yang hampir 3,0 persen, serta kemungkinan kembali naiknya suku bunga Fed Fund Rate (FFR) lebih dari 3 kali dlm 2018 ini," ujar Wakil Ketua Komisi XI Hafisz Tohir saat dihubungi Pantau.com, Rabu (25/4/2018).

Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS (Kembali) Dekati Rp14 Ribu

Anggota Fraksi PAN ini melanjutkan, meningkatkan optimisme investor terhadap perekonomian AS juga menjadi faktor yang melemahkan rupiah.

"Sehingga optimisme investor terhadap akan baiknya prospek ekonomi AS akan mbaik menjadi meningkat. Hal ini dipacu pula oleh perang dagang AS dan China yang terjadi saat ini," ungkapnya.

Terkait hal tersebut, ia meminta Bank Indonesia harus sangat berhati-hati dalam melakukan penyesuaian kondisi pasar dengan terus mewaspadai resiko berlanjutnya tren pelemahan rupiah.

Baca juga: Tren Pelemahan Rupiah Diprediksi Hingga Akhir Tahun 2018

"Maka Bank Indonesia harus ekstra hati-hati sekali dalam melakukan intervensi terhadap pasar valas maupun pasar SBN atau harus dalam jumlah yang terukur dengann terus mewaspadai risiko berlanjutnya trend pelemahan nilai tukar rupiah," katanya.

"Baik yang dipicu oleh gejolak global (dampak kenaikan suku bunga AS, perang dagang AS-China) maupun akibat kenaikan harga minyak dunia terhadap kemungkinan arus keluar dari pasar SBN dan saham Indonesia yang berasal dari kenaikan permintaan valas oleh korporasi domestik," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More