Pantau Flash
Indonesia Pimpin Klasemen ASEAN School Games 2019
Marc Klok: Saya Jamin PSM Juara Piala Indonesia 2018-2019
Harga Cabai Merah Keriting Tembus Rp100.000 per Kilogram
Satu Anggota YONIF 755 Tertembak dalam Kontak Senjata di Nduga
Kevin/Marcus Tantang Hendra/Ahsan di Final Indonesia Open 2019

Trio Pengangguran Hobi Maling Motor di Jaksel, Uangnya Buat Pesta Sabu

Trio Pengangguran Hobi Maling Motor di Jaksel, Uangnya Buat Pesta Sabu Ilustrasi kriminal (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Sindikat spesialis pencuri kendaraan roda dua yang telah belasan kali beraksi di kawasan Jakarta Selatan dibekuk polisi. Tiga orang resmi dijadikan tersangka, yakni pemuda berinisial RH (24), MRD (20), dan MAR (24).

Kapolsek Kabayoran Baru, AKBP Benny Alamsyah mengatakan ketiga tersangka yang merupakan pengangguran itu selalu beraksi bersama-sama dengan mengincar sepeda motor yang terparkir di pinggir jalan.

Dalam catatan tindak kejahatan, komplotan itu telah belasan kali beraksi di beberapa wilayah Jakarta Selatan. 

"Sasaran motor yang terparkir di pinggiran jalan tanpa pengawasan, beraksi di 15 lokasi berbeda, yakni di Kebayoran Baru, Cilandak, dan Mampang," ucap Benny kepada Pantau.com, Selasa (26/3/2019).

Baca juga: Tabrakan Maut Mobil dan Truk di Jambi Tewaskan 5 Karyawan Bank

Selain itu, komplotan ranmor (pencurian kendaraan bermotor) itu juga terhitung lihai dalam beraksi. Sebab, untuk menggondol satu sepeda motor, mereka hanya membutuhkan beberapa menit.

Tak hanya itu, untuk membuat aksi pencurian berjalan dengan lancar, para tersangka juga memiliki peran masing-masing, mulai dari pengawas keadaan hingga eksekutor.

"Berdasarkan keterangan tersangka bahwa mereka melakukan kejahatan dengan menggunakan kunci letter T. Sebagian besar kendaraan yang dicuri berjenis matic dan jenis bebek," kata Benny. 

Baca juga: Salah Satu Tersangka Kasus Suap Krakatau Steel Menyerahkan Diri

Komplotan ranmor itu juga diketahui selalu menjual motor hasil curian kepada seorang penadah yang hingga kini masih diburu. Bahkan, Beny menyebut uang hasil pencurian itu kerap digunakan untuk membeli narkotika jenis sabu-sabu.

"Uang hasil kejahatan dipakai untuk pesta sabu. Saat kami tes urine hasilnya positif," singkat Beny.

Kini atas perbuatannya, para tersangka disangkakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan dengan ancaman 7 tahun penjara.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional