Forgot Password Register

Tuding Washington Dalang Pemadaman Nasional, Maduro Usir Diplomat AS

Tuding Washington Dalang Pemadaman Nasional, Maduro Usir Diplomat AS Orang-orang berjalan di Caracas akibat pemadaman nasional. (Foto: Reuters/Carlos Garcia Rawlins)

Pantau.com - Pemerintah Venezuela memerintahkan diplomat Amerika Serikat pada Selasa (12 Maret 2019) untuk meninggalkan negara itu dalam waktu 72 jam setelah Presiden Nicolas Maduro menuding utusan Trump sebagai dalang dari 'sabotase' yang menyebabkan pemadaman nasional terburuk di Venezuela.

"Kehadirannya di tanah Venezuela merupakan risiko untuk perdamaian, persatuan, dan stabilitas negara," kata pemerintah dalam sebuah pernyataan, setelah pembicaraan mengenai pemadaman nasional dan upaya mempertahankan hubungan diplomatik antara kedua negara.

Kepala Jaksa Tarek Saab meminta Makhamah Agung yang pro-Maduro untuk membuka investigasi terhadap pemimpin oposisi Juan Guaido yang dituduh terlibat dalam 'sabotase'.

Baca juga: Venezuela Tangkap 2 Orang atas Tudingan Sabotase Pemadaman Nasional

Amerika Serikat telah menempatkan sanksi baru untuk Maduro, dan utusan AS khusus di Venezuela, Elliot Abrams, mengatakan telah siap untuk menjatuhkan sanksi tambahan dalam beberapa hari mendatang kepada lembaga keuangan yang dianggap mendukung pemerintahan Maduro.

Dengan pemadaman listrik berturut-turut selama enam hari itu menyebabkan rumah sakit berjuang menjaga agar peralatan medis tetap berjalan, sejumlah makanan membusuk di iklim tropis itu, dan ekspor dari terminal minyak utama negara itu ditutup.

Julia Castro, seorang dokter di organisasi non-pemerintah mengatakan, sebanyak 24 orang telah meninggal dunia di rumah sakit akibat pemadaman nasional. Ia mengatakan, larangan layanan medis memburuk usai pemadaman berlangsung sejak awal, seperti dilansir Reuters, Rabu (13/3/2019).

Baca juga: Venezuela Dilanda Pemadaman Nasional, Maduro Klaim Ada 'Sabotase'

Maduro menyalahkan Washington menjadi dalang serangan cyber pada PLTA milik Venezuela yang menyebabkan pemadaman nasional.

"Donald Trump bertanggungjawab atas serangan cyber terhadap sistem listrik di Venezuela," kata Maduro dalam sebuah siaran dari Istana Presiden Miraflores.

Maduro, mempertahankan kekuasaan institusi militer dan mendapat dukungan dari China, Rusia, dan menyalahkan Washington atas krisis ekonomi yang melanda negaranya serta mengecam Guaido sebagai boneka Amerika Serikat.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More