Forgot Password Register

Turki Ajak Rusia dan Iran Kerja Sama Usai Penarikan Pasukan AS dari Suriah

Turki Ajak Rusia dan Iran Kerja Sama Usai Penarikan Pasukan AS dari Suriah Ilustrasi pasukan militer Amerika Serikat. (Foto: Reuters/Emmanuel Braun)

Pantau.com - Menteri Luar Negeri Turki Meclut Cavusoglu telah menyuarakan sebuah proposal untuk mengontrol penarikan mundur pasukan Amerika Serikar dari Suriah bersama dengan Rusia dan Iran.

"Amerika Serikat telah menghadapi beberapa kesulitan di tengah proses penarikan pasukannya dari Suriah. Kami ingin mengkoodinasikan proses ini bersama dengan Rusia dan Iran, yang telah dikerjakan dalam proses Asrana, serta mengisi kekosongan untuk tidak membiarkan kelompok teroris masuk setelah penarikan pasukan AS," kata Cavusoglu, seperti dilansir Sputnik, Kamis (10/1/2019).

Baca juga: Turki akan Minta AS Serahkan Pangkalan Militernya di Suriah

Pernyataan tersebut muncul sehari setelah Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat John Bolton membantah artikel Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terkait dengan penarikan pasukan AS dari Suriah, yang diterbitkan New York Time, yang dinilai salah dan ofensif.

Sebelumnya, Erdogan mengomentari pernyataan Bolton mengenai operasi Turki yang mungkin akan melawan pasukan Kurdi, dan mengkritik dirinya dengan mengatakan bahwa Turki tidak pernah berkompromi dengan militan YPG, yang menurut Presiden, mereka tidak pernah benar-benar melawan Daesh.

Baca juga: 'Kangkangi' Trump, Senat Demokrat Tolak RUU Sanksi AS Terhadap Suriah, Rusia dan Iran

Pada Desember 2019, Presiden Donald Trump menyatakan kemenangan atas Daesh dan mengumumkan bahwa sebagai akibatnya, pasukan Amerika Serikat di Suriah akan dipulangkan. Tetapi, pada Tanggal 7 Januari, Trump menekankan bahwa pasukan Amerika Serikat meninggalkan Suriah dengan bijaksana dan akan terus melawan teroris Daesh.

Bolton mengatakan penarikan pasukan AS direncanakan hampir 2.000 tentara dari Suriah akan bergantung pada kesepakaran dengan Turki, yang akan melindungi pejuang Kurdi di wilayah tersebut.

Turki, Rusia, dan Iran akan menjadi penjamin gencatan senjata di Suriah. Moskow telah secara aktif terlibat dalam usaha-usaha diplomatik pada penyelesaian konflik, dan mendukung pasukan pemerintah Suriah melawan kelompok teroris, serta memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More