Forgot Password Register

Turki Salahkan PBB Soal Pembantaian Menakutkan di Perbatasan Gaza

Presiden Turki Tayyip Erdogan. (Foto: Reuters/Umit Bektas) Presiden Turki Tayyip Erdogan. (Foto: Reuters/Umit Bektas)

Pantau.com -  Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) gagal dalam menghadapi penyerangan pasukan Israel, yang menyebabkan 60 pengunjuk rasa tewas di Gaza, Palestina.

Turki menjadi salah satu pengecam paling lantang atas penggunaan kekuatan mematikan Israel terhadap pengunjuk rasa di perbatasan Gaza dan keputusan AS memindahkan kedutaannya ke Yerusalem.

Erdogan menilai bahwa sebagian besar masyarakat dunia gagal menanggapi peristiwa di Gaza. Ia memperingatkan bahwa tetap diam berarti membuka pintu sangat berbahaya.

"Dalam menghadapi semua peristiwa itu, PBB telah berakhir. Itu telah menjadi kelelahan dan runtuh. Jika penindasan oleh Israel ditanggapi dengan lebih banyak diam, maka dunia akan dengan cepat terseret ke dalam kekacauan," kata Erdogan.

Baca juga: PBB: Pejuang Hamas Jangan Bersembunyi di Antara Demonstran Palestina

Peristiwa di Gaza juga memicu pertikaian diplomatik Turki dengan Israel, setela kedua negara menarik pulang dubesnya masing-masing. Sengketa itu tampaknya menandai krisis diplomatik terburuk antar dua negara.

Sebelumnya, pada tahun 2010, marinir Israel menyerbu sebuah kapal bantuan di tengah pemberlakuan blokade laut Gaza tahun 2010, yang berakibat pada tewasnya 10 aktivis Turki dan mendorong penurunan hubungan diplomatik yang berlangsung hingga 2016.

Erdogan, yang menggambarkan pertumpahan darah hari Senin sebagai genosida awal pekan ini, mengatakan Turki telah meluncurkan prakarsa untuk membawa masalah ini ke agenda Majelis Umum PBB. Ia mengatakan Ankara menekan anggota Dewan Keamanan PBB untuk lebih aktif.

Baca juga: Israel Sebut Mesir Berperan Redam Aksi Pejuang Hamas di Jalur Gaza

Dia mengatakan kepala kantor staf dan kementerian luar negerinya bekerja untuk mengevakuasi korban yang terluka dari Gaza, dan mengatakan bahwa Turki akan berdiri di Palestina tidak peduli apapun yang harus ditanggung.

"Bahkan jika seluruh dunia menutup mata mereka, kami tidak akan membiarkan kekejaman Israel. Kami akan terus bersama saudara-saudara Palestina kami tidak hanya dengan hati kami, tetapi dengan semua sumber daya kami. Kami tidak akan pernah membiarkan Yerusalem dicuri oleh Israel," katanya Erdogan.

Ia menyerukan pertemuan darurat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul pada Jumat.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More