Pantau Flash
MUI Akan Gelar Ijtima 3000 Ulama di Bogor
BWF World Tour Finals 2019: The Daddies Raih Gelar Juara
BWF World Tour Finals 2019: Ginting Raih Runner-up
Tol Jakarta-Cikampek II Dibuka Minggu Pagi
Tekuk Chen Long, Anthony Ginting Tembus Final BWF World Tour Finals 2019

Upaya Peretasan di Ekuador Meningkat Pasca Penangkapan Julian Assange

Upaya Peretasan di Ekuador Meningkat Pasca Penangkapan Julian Assange Pendiri WikiLeaks Julian Assange. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Upaya peretasan terhadap lembaga pemerintah Ekuador naik dua kali lipat sejak negara tersebut pada pekan lalu mencabut suaka pendiri WikiLeaks Julian Assange di kedutaan besarnya di London, kata seorang pejabat, Senin, 15 April 2019.

Wakil Menteri Telekomunikasi Patricio Real kepada Reuters mengatakan, situs kepresidenan Ekuador, bank sentral, kementerian luar negeri, dan lembaga lain mengalami 40 juta kali upaya peretasan setiap harinya.

Kondisi itu terjadi sejak Assange diseret keluar dari Kedutaan Besar Ekuador pada Kamis, 11 April 2019, oleh kepolisian London. Assange mengungsi ke Kedubes Ekuador pada 2012 guna menghindari ekstradisi ke Swedia dalam penyelidikan pelecehan seksual.

Baca juga: Julian Assange: Buronan Kelas Kakap yang Akhirnya Ditangkap

Real tidak mengaitkan upaya peretasan dengan suatu kelompok tertentu. Menurutnya, sulit untuk mengidentifikasi para peretas. Namun, ia mengatakan kelompok peretas Anonymous, yang merasa bangga melancarkan serangan siber terhadap lembaga pemerintah AS dan Inggris, sudah melemparkan ancaman.

"Pada Kamis sore, 11 April, posisi kami dalam volume serangan siber, naik dari 51 ke 31 di seluruh dunia," kata Real.

Baca juga:Presiden Ekuador Tuding Assange Gunakan Kedubes untuk Pusat Mata-mata

Seusai penangkapan Assange, jaksa penuntut AS mengumumkan dakwaan terhadap Assange atas dugaan konspirasi dengan mantan analis intelijen Militer, Chelsea Manning, untuk dapat mengakses komputer pemerintah. Aksi itu menjadi bagian dari pembobolan terbesar informasi rahasia dalam sejarah AS.

Real mengatakan, upaya peretasan tidak menyebabkan pencurian data pemerintah namun membuat para warga dan pekerja sulit mengakses akun di situs tersebut. Ia juga menuturkan, negara Amerika Selatan itu akan menerima bantuan keamanan siber dari Israel.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: