Pantau Flash
The Daddies Melenggang ke Perempatfinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019
Ketua DPRD DKI: 31 Agustus Batas Terakhir Pemprov Urusi Pencari Suaka
Polri Klaim Situasi Papua Barat Kondusif
Kapolda: Kamtibmas Papua Sudah Kondusif dan Aman
Ibu Kota Indonesia Pindah ke Kalimantan Timur

Yusril Akan Ajukan Penangguhan Penahanan Bagi Habil Marati

Yusril Akan Ajukan Penangguhan Penahanan Bagi Habil Marati Yusril Ihza Mahendra (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Yusril Ihza Mahendra yang telah ditunjuk sebagai kuasa hukum dari Habil Marati, menyebut saat ini pihaknya tengah menyiapkan berkas pengajuan permohonan penangguhan penahanan.

Rencana itu disampaikan Yusril usai bertemu dengan kliennya di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Rabu, (10/7/2019).

"Kami sudah mendiskusikan kemungkinan Pak Habil ditangguhkan penahanannya," ucap Yusril.

Baca juga: Jenguk Habil Marati, Yusril: Dia Minta Saya Jadi Pengacaranya

Pengajuan permohonan penahanan itu, sambung Yusril, lantaran faktor usia dan kesehatan kliennya. Sebab, pascapenahanan, kondisi Habil terus menurun.

Namun, rencana pengajuan permohonan itu disebut Yusril akan terjadi pada pekan ini. Terkait dengan sosok penjamin, keluarga dari Habil lah yang bersedia dan siap untuk menjadi jaminan atas penangguhan penahanan tersebut. 

"Mudah-mudahan dalam pekan depan sudah ada titik terangnya," singkat Yusril.

Untuk diketahui, Habil Marati ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus percobaan pembunuhan terhadap empat tokoh nasional. Dalam kasus itu, Habil disebut sebagai donatur dengan menyerahkan uang tunai senilai Rp60 juta kepada para eksekutor. 

Baca juga: Kuasa Hukum Bantah Kivlan Zen Terima Uang SGD15.000 dari Habil Marati

Selain itu, Habil juga disebut memberi uang kepada mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zen sebesar SGD15 ribu atau setara Rp150 juta.

Keempat tokoh nasional yang rencananya akan dieksekusi yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional

Berita Terkait: