
Pantau - Pada tahun 2024, emiten PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) mencatatkan laba tahun berjalan yang meroket sebesar 782,8 persen year on year (yoy). Nilainya berubah menjadi Rp349,5 miliar dibandingkan sebesar Rp39,5 miliar pada 2023.
Penjualan dan pendapatan usaha yang mencapai Rp361,4 miliar jadi penopang laba bersih perseroan pada 2024. Angka itu meningkat 4,15 persen (yoy) dibandingkan sebesar Rp347 miliar pada tahun 2023.
Kami cukup puas dengan pencapaian kinerja tahun ini, karena perseroan mampu untuk meningkatkan kinerja operasional secara optimal tanpa harus bergantung pada peningkatan utang.
Direktur BSBK Daniel Wirawan mengungkapkan itu dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (21/3/2025).
Baca juga: Emiten Wulandari Bangun Laksana Kempit Laba Kuartal III-2024 Meroket 226,7 Persen
Kenaikan pendapatan perseroan, Daniel menjelaskan, ditopang oleh kenaikan signifikan pada segmen pendapatan sewa sebesar 20,14 persen (yoy) dan segmen pendapatan usaha sebesar 8,25 persen (yoy) dari 135,6 miliar menjadi 146,8 miliar.
Kenaikan pendapatan sewa dan pendapatan usaha itu, Ia melanjutkan, dapat dilihat dari peningkatan occupancy rate Mal Pentacity Shopping Venue yang mencapai sebesar 94,1 persen pada 2024. Angka ini meningkat dibandingkan sebesar 86,81 persen pada 2023.
Peningkatan juga terjadi pada occupancy rate Mal e-Walk menjadi sebesar 99,45 persen pada 2024 dibandingkan sebesar 95,53 persen pada 2023.
Perseroan mencatatkan total aset sebesar Rp2,866 triliun pada 2024. Nilai itu meningkat 14,91 persen (yoy) dibandingkan pada 2023 yang sebesar Rp2,494 triliun. Itu disebabkan peningkatan atas properti investasi dan aktiva tetap.
Baca juga: OJK Pede bakal Banyak Emiten Lakukan ‘Buyback’ Saham
Total liabilitas perseroan pada tahun 2024 turun menjadi sebesar Rp775,5 miliar dari sebelumnya sebesar Rp808,6 miliar pada 2023. Pada 2024, total ekuitas meningkat dari Rp1,685 triliun menjadi Rp2,091 triliun.
Perseroan pada 2024, telah meningkatkan total kamar yang beroperasi dari awal tahun sebanyak 675 menjadi sebanyak 823 pada akhir 2024. Total kamar hotel pun pada kawasan Superblock secara keseluruhan adalah sebesar 823 pada akhir 2024.
Itu terdiri dari 215 kamar Jatra Hotel, 202 kamar Pentacity hotel, 346 kamar Astara Hotel dan 60 Kamar J-icon.
Sapphire Apartemen adalah salah satu portfolio yang telah dihadirkan pada tahun ini. Ketinggiannya mencapai 13 lantai dan memiliki total jumlah 238 unit yang terdiri dari 154 unit tipe 1 kamar, 55 unit tipe 2 kamar, 22 unit tipe 3 kamar dan 7 unit tipe penthouse.
Baca juga: Emiten Milik Sandiaga Kempit Pertumbuhan NAB 10,5 Persen Jadi Rp53,9 T
“Fasilitas dalam apartemen ini antara lain gym, swimming pool, meeting room, dan yoga room. Unit apartemen ini dijual dalam kondisi semi furnished," imbuh Daniel.
Perseroan akan masuk tenant-tenant baru di Mall Pentacity untuk tahun 2025, seperti Sephora, Lacoste, Pandora, Flying Tiger dan Gyukaku. Ini diharapkan dapat menambah daya tarik penduduk lokal dan sekitarnya.
- Penulis :
- Ahmad Munjin








