Pantau Flash
HOME  ⁄  Ekonomi

Ratusan Ojol Hadiri Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan, Perlindungan Menyeluruh Jadi Harapan Baru

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Ratusan Ojol Hadiri Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan, Perlindungan Menyeluruh Jadi Harapan Baru
Foto: (Sumber: Ratusan pengemudi ojek online (ojol) mengikuti sosialisasi program jaminan sosial oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Otista, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (30/11/2025). (ANTARA/Siti Nurhaliza).)

Pantau - Ratusan pengemudi ojek online (ojol) menghadiri kegiatan sosialisasi program jaminan sosial yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Otista, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Minggu (30/11/2025).

BPJS Ketenagakerjaan Targetkan Ribuan Ojol Terdaftar

Kegiatan ini merupakan bagian dari deklarasi yang diinisiasi oleh Perhimpunan Ojek Online (O2), yang secara khusus mengundang BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan sosialisasi sekaligus membuka pendaftaran peserta bagi pengemudi ojol.

"Para pengendara yang tergabung dalam berbagai komunitas ojol itu datang untuk mengikuti sosialisasi program jaminan sosial yang digelar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan", ungkap Indra Gunawan selaku Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Ia menyebutkan bahwa jumlah pengemudi yang hadir mencapai sekitar 500 orang, dengan target keanggotaan sebanyak 5.000 driver ojol dalam waktu dekat.

Sesuai amanat undang-undang, seluruh pekerja bukan penerima upah, termasuk pengemudi ojol, berhak memperoleh perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Pengemudi cukup membayar iuran sebesar Rp16.800 per bulan untuk mendapatkan manfaat perlindungan seperti jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, dan perlindungan hari tua.

"Ke depan juga akan dikeluarkan Keputusan Presiden yang mengatur bahwa seluruh driver ojol wajib didaftarkan oleh operatornya ke BPJS Ketenagakerjaan. Syaratnya hanya menggunakan NIK (Nomor Induk Kependudukan)", tambah Indra.

Santunan Hingga Beasiswa Jadi Daya Tarik

Indra menjelaskan bahwa seluruh biaya pengobatan akibat kecelakaan kerja akan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Ketenagakerjaan tanpa batas hingga sembuh.

Selain itu, peserta juga mendapatkan santunan kematian sebesar Rp70 juta jika meninggal akibat kecelakaan kerja.

"Kami juga memberikan beasiswa bagi dua anak dari peserta yang meninggal dunia, nilainya total Rp174 juta sampai jenjang perguruan tinggi", ujarnya.

Ketua Umum Perhimpunan Ojek Online (O2), Cecep Syarifudin, menyambut baik kerja sama ini dan menilai perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan sebagai angin segar bagi pengemudi.

"Selama ini, dari penjelasan kawan-kawan, memang tidak ada jaminan yang benar-benar melindungi mereka. Kalau pun ada, itu pun dipotong dari saldo", katanya.

Banyak pengemudi mengeluhkan asuransi dari operator yang kerap memotong saldo dan tidak selalu bisa diklaim.

Cecep menekankan bahwa keselamatan pengemudi adalah tanggung jawab perusahaan aplikasi karena pekerjaan ojol memiliki risiko tinggi.

"Ketika kami mendapatkan kabar ada banyak driver yang tidak bisa di-cover oleh aplikasi, itu yang membuat kami bergerak menjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan", jelasnya.

Deklarasi serupa sebelumnya telah dilakukan di Bekasi, Jawa Barat, dan ke depan akan diperluas ke kota-kota lain seperti Depok, Karawang, Tangerang, Surabaya, dan Bali.

Pihak O2 akan terus mendorong agar semakin banyak pengemudi ojol terlindungi secara sosial.

Sejak pagi, para pengemudi ojol tampak antusias hadir di lokasi acara.

Mereka ingin mengetahui lebih dalam manfaat dari program perlindungan ini, karena sebagian besar sebelumnya tidak memiliki jaminan kerja.

Banyak dari mereka yang harus menanggung sendiri biaya pengobatan saat mengalami kecelakaan.

Kini, wajah-wajah lega terlihat saat mereka mengetahui bahwa BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan menyeluruh, dari jaminan kecelakaan kerja hingga jaminan kematian.

Penulis :
Gerry Eka