
Pantau - Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksikan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pemerintah AS.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS setelah penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, memicu kekhawatiran geopolitik yang menekan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang," ujar Lukman dalam pernyataannya.
Konflik Venezuela Memicu Aksi Jual Aset Risiko
Mengutip laporan dari Sputnik, Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (3/1/2026) mengonfirmasi bahwa militer AS telah melancarkan serangan besar ke Venezuela yang berujung pada penangkapan Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Keduanya langsung dipindahkan ke luar negeri dan tiba di New York pada malam hari.
Sejumlah media melaporkan adanya ledakan besar di Caracas, yang dikaitkan dengan operasi militer dari unit elit Delta Force milik AS.
The New York Times melaporkan bahwa sedikitnya 4.800 orang tewas dalam serangan tersebut, termasuk personel militer dan warga sipil.
Sementara itu, Anadolu menyebut bahwa Venezuela kini berada dalam kendali sementara AS, termasuk potensi pengerahan pasukan jika diperlukan, sesuai arahan Presiden Trump.
Maduro dan istrinya kini ditahan di Metropolitan Detention Center, Brooklyn, New York, dan menghadapi dakwaan federal terkait perdagangan narkoba dan dugaan kerja sama dengan organisasi kriminal yang dikategorikan sebagai kelompok teroris.
Maduro sendiri telah membantah semua tuduhan tersebut.
Dampak terhadap Rupiah Diprediksi Terbatas
Meski situasi geopolitik memicu kekhawatiran di pasar keuangan global, Lukman memperkirakan dampaknya terhadap rupiah hanya bersifat jangka pendek.
"Menurut saya, pasar paling tidak hanya bereaksi sesaat," jelasnya.
Ia menilai bahwa tekanan terhadap rupiah kemungkinan tidak akan berlangsung lama, mengingat pasar akan segera menyesuaikan diri dengan perkembangan lanjutan dari konflik tersebut.
Dengan mempertimbangkan situasi tersebut, kurs rupiah diprediksi bergerak dalam kisaran Rp16.650 hingga Rp16.800 per dolar AS dalam waktu dekat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








