Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Menguat 1,27 Persen Didukung Sentimen Domestik dan Regional

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

IHSG Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Menguat 1,27 Persen Didukung Sentimen Domestik dan Regional
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Senin sore (5/1/2026) ditutup menguat signifikan sebesar 111,06 poin atau 1,27 persen ke level 8.859,19, mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Indeks LQ45 yang terdiri dari 45 saham unggulan juga menguat 7,77 poin atau 0,91 persen ke posisi 859,77.

IHSG dibuka menguat dan terus bergerak di zona hijau hingga akhir sesi kedua perdagangan.

Penguatan IHSG sejalan dengan tren positif bursa saham Asia serta dukungan data ekonomi domestik yang menggembirakan.

Sentimen Domestik Dorong Optimisme Investor

Kepala Riset dari salah satu sekuritas menyampaikan bahwa katalis utama penguatan IHSG datang dari data ekonomi terbaru Indonesia.

"Penguatan IHSG sejalan dengan bursa regional Asia dan juga dukungan katalis positif rilis data ekonomi dalam negeri, dimana posisi neraca perdagangan Indonesia bulan November 2025 mencatatkan surplus dan inflasi terjaga", ungkapnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 mengalami surplus sebesar 2,66 miliar dolar Amerika Serikat.

Sementara itu, inflasi Desember 2025 tercatat sebesar 0,64 persen month-to-month (mtm) dan 2,92 persen year-on-year (yoy).

Sepanjang tahun 2025, inflasi Indonesia diperkirakan tetap dalam rentang target Bank Indonesia yaitu 1,5 hingga 3,5 persen.

Dukungan Global dan Kinerja Bursa Asia

Di sisi eksternal, pelaku pasar global cenderung mengabaikan ketegangan geopolitik akibat serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela.

Fokus investor tertuju pada perkembangan ekonomi Tiongkok, di mana aktivitas bisnis tetap ekspansif selama tujuh bulan berturut-turut hingga Desember 2025.

Survei swasta menunjukkan indeks aktivitas bisnis China hanya sedikit menurun ke angka 52,0 dari 52,1 pada bulan sebelumnya, tetap berada di atas level ekspansi.

Presiden China Xi Jinping mengisyaratkan kebijakan makro yang lebih proaktif pada 2026 untuk mempertahankan target pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen.

Bursa saham Asia turut menguat pada perdagangan Senin sore.

Indeks Nikkei Jepang melonjak 1.493,30 poin atau 2,97 persen ke 51.832,80.

Indeks Shanghai China naik 54,57 poin atau 1,38 persen ke level 4.023,41.

Indeks Hang Seng Hong Kong naik tipis 8,76 poin atau 0,03 persen ke posisi 26.347,24.

Sementara itu, indeks Strait Times Singapura menguat 24,37 poin atau 0,52 persen ke level 4.680,50.

Kinerja Sektor dan Saham-Saham Unggulan

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor mengalami penguatan.

Sektor transportasi dan logistik memimpin dengan kenaikan 2,21 persen, disusul sektor barang baku 2,08 persen, dan sektor energi 1,76 persen.

Satu-satunya sektor yang mencatatkan penurunan adalah sektor teknologi yang melemah 0,50 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan signifikan antara lain AHAP, BIPI, FIRE, CPRO, dan YOII.

Sementara saham yang mencatatkan pelemahan terdalam antara lain KLAS, MPXL, UNIQ, EMDE, dan NINE.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 4.010.984 kali transaksi dengan volume perdagangan sebesar 70,26 miliar lembar saham dan total nilai transaksi mencapai Rp30,32 triliun.

Sebanyak 446 saham menguat, 246 saham melemah, dan 114 saham stagnan.

Penulis :
Arian Mesa