
Pantau – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penguatan pada perdagangan Selasa, meskipun bursa saham kawasan Asia dan global mengalami pelemahan.
IHSG dibuka naik sebesar 22,32 poin atau 0,24 persen ke posisi 9.156,19.
Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan justru melemah 1,37 poin atau 0,15 persen ke level 891,75.
Pengamat Pasar Modal Indonesia, Reydi Octa, menyebut bahwa penguatan IHSG ditopang oleh optimisme pasar terhadap prospek pelonggaran kebijakan moneter global.
“Dari sisi makro, pasar masih menunjukkan respons yang positif terhadap prospek pelonggaran kebijakan moneter global, di tengah kebijakan domestik yang relatif terjaga dan kinerja emiten berkapitalisasi besar yang tetap solid,” ungkapnya.
Asing Masuk ke Saham Perbankan dan Big Cap
Reydi menambahkan bahwa aliran dana asing turut mengangkat IHSG, terutama pada saham-saham perbankan besar dan emiten konglomerasi.
Investor asing kembali menunjukkan minat terhadap saham big cap sebagai penopang utama pergerakan indeks.
Namun, di sisi lain, pelaku pasar global masih mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral dunia serta pergerakan nilai tukar dolar AS, yang dinilai berpotensi memengaruhi dinamika pasar keuangan secara luas.
“IHSG sedang berada dalam zona all time high (ATH), sehingga rawan koreksi karena valuasi pasar yang mulai tinggi,” jelas Reydi.
Fokus ke Rapat Dewan Gubernur BI
Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar pada 20 dan 21 Januari 2026.
Pasar memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate tetap di level 4,75 persen, di tengah tren pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







