Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Menguat Tipis di Tengah Pelemahan Bursa Asia dan Ketegangan Dagang AS–Eropa

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

IHSG Menguat Tipis di Tengah Pelemahan Bursa Asia dan Ketegangan Dagang AS–Eropa
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat tipis pada akhir perdagangan Selasa (20/1/2026), meski mayoritas bursa saham di kawasan Asia mengalami pelemahan akibat ketegangan geopolitik dan ketidakpastian global.

IHSG menguat sebesar 0,83 poin atau 0,01 persen ke posisi 9.134,70.

Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan justru mengalami penurunan sebesar 8,74 poin atau 0,98 persen ke level 884,38.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan penguatan IHSG terjadi di tengah ekspektasi investor terhadap January Effect serta sikap wait and see menjelang keputusan suku bunga Bank Indonesia.

"IHSG melanjutkan penguatan di tengah potensi momentum January Effect. Di sisi lain, pelaku pasar mulai memposisikan diri menjelang keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI)," ungkap Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas.

Dari dalam negeri, pelaku pasar tengah menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar pada 20–21 Januari 2026.

RDG BI dijadwalkan menetapkan kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas rupiah.

Sentimen Global Membayangi Pasar Asia

Pelemahan mayoritas bursa Asia dipicu oleh meningkatnya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif baru terhadap negara-negara Eropa yang menolak proposal pembelian Greenland.

Trump berencana menerapkan tarif tambahan sebesar 10 persen mulai 1 Februari 2026.

Uni Eropa merespons dengan rencana pengenaan tarif balasan terhadap produk AS senilai 93 miliar poundsterling atau sekitar 108 miliar dolar AS.

Tarif balasan tersebut akan diberlakukan jika ancaman Trump benar-benar direalisasikan.

Ketidakpastian politik di Jepang turut memberikan tekanan terhadap pasar saham Asia.

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menyatakan akan membubarkan parlemen dan menggelar pemilihan umum guna mengamankan dukungan atas agenda kebijakan pemerintah.

Sementara itu, bank sentral China (PBoC) mempertahankan suku bunga acuan Loan Prime Rate (LPR) tenor satu tahun di level 3,0 persen, dan LPR tenor lima tahun tetap di 3,5 persen.

Keputusan tersebut sesuai ekspektasi pasar dan mencerminkan langkah hati-hati PBoC dalam memberikan stimulus di tengah perlambatan ekonomi domestik.

Sektor Barang Baku Pimpin Penguatan

IHSG dibuka menguat dan bertahan di zona positif sepanjang sesi perdagangan pertama hingga penutupan sesi kedua.

Delapan dari sebelas sektor dalam Indeks Sektoral IDX-IC mencatatkan penguatan.

Sektor barang baku memimpin dengan kenaikan sebesar 2,49 persen.

Disusul sektor barang konsumen non-primer yang naik 2,08 persen dan sektor industri naik 1,86 persen.

Tiga sektor mencatatkan pelemahan, yakni sektor transportasi dan logistik turun 0,42 persen, sektor energi turun 0,32 persen, serta sektor infrastruktur melemah 0,05 persen.

Saham-saham dengan penguatan terbesar antara lain TOSK, BAIK, AWAN, AIMS, dan NATO.

Sedangkan saham-saham dengan penurunan terbesar adalah POLU, INOV, CRAB, ERTX, dan ISEA.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 3.942.175 kali transaksi dengan volume 72,40 miliar lembar saham dan nilai transaksi Rp29,78 triliun.

Sebanyak 336 saham mengalami kenaikan harga, 323 saham turun, dan 143 saham stagnan.

Bursa Asia Kompak Melemah

Pada saat yang sama, indeks-indeks utama di kawasan Asia mencatat pelemahan.

Indeks Nikkei Jepang turun 554,57 poin atau 1,03 persen ke posisi 53.029,00.

Indeks Shanghai melemah 0,35 poin atau 0,01 persen ke 4.113,65.

Indeks Hang Seng Hong Kong turun 76,36 poin atau 0,29 persen ke 26.487,51.

Indeks Kuala Lumpur turun 13,27 poin atau 0,77 persen ke 1.699,06.

Indeks Strait Times Singapura juga turun 6,88 poin atau 0,14 persen ke level 4.828,00.

Penulis :
Shila Glorya