
Pantau - Anggota Komisi VI DPR RI, Achmad, mendorong PT Pertamina untuk memaksimalkan eksplorasi minyak guna mencapai target produksi 1 juta barel per hari sebagaimana ditetapkan pemerintah.
Saat ini, produksi minyak Pertamina baru mencapai sekitar 600 ribu barel per hari, sehingga peningkatan eksplorasi dinilai krusial untuk mengejar ketertinggalan.
Pernyataan ini disampaikan Achmad usai kunjungan kerja spesifik Komisi VI di Pekanbaru, Riau, pada Kamis, 22 Januari 2026.
"Kita tahu bahwa sebagian besar pembiayaan negara adalah dari migas, oleh sebab itu kita mengharapkan kepada pihak Pertamina untuk mencapai target peningkatan produksi 1 juta barel ini paling tidak di tahun 2026–2027," ujarnya.
Eksplorasi, Teknologi, dan Perlindungan Lingkungan Jadi Fokus
Menurut Achmad, eksplorasi harus dimaksimalkan di wilayah yang sudah memiliki izin, serta dibarengi peningkatan teknologi, terutama dalam mengoptimalkan sumur-sumur tua yang masih memiliki potensi produksi melalui injeksi ulang.
Di sisi lain, ia juga menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara eksplorasi energi dan perlindungan lingkungan.
Ia menyatakan bahwa Pertamina tetap harus memperhatikan prinsip industri hijau dalam menjalankan programnya.
Jika pengembangan dilakukan di kawasan hutan, perkebunan, atau persawahan, maka perlu ada pertimbangan matang agar keberlangsungan ekonomi hijau tidak terganggu.
Politisi Fraksi Partai Demokrat ini juga menegaskan bahwa peningkatan produksi minyak tidak boleh merusak tata ruang dan lingkungan hidup.
Meski ada potensi migas di kawasan yang sensitif secara ekologis, termasuk rencana penggantian lahan hingga tiga kali lipat, kebijakan semacam itu tetap harus dievaluasi secara cermat.
- Penulis :
- Gerry Eka







