Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Mentan Ungkap Hilirisasi Komoditas Pertanian Bisa Hasilkan Rp10 Ribu Triliun, Setara Tiga Tahun APBN

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Mentan Ungkap Hilirisasi Komoditas Pertanian Bisa Hasilkan Rp10 Ribu Triliun, Setara Tiga Tahun APBN
Foto: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam peresmian Revitalisasi Pupuk Indonesia Revamping Ammonia Pabrik-2, Bontang, Kalimantan Timur, Kamis 29/1/2026 (sumber: ANTARA/Muzdaffar Fauzan)

Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa hilirisasi terhadap komoditas pertanian strategis seperti kelapa, minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO), dan tanaman gambir berpotensi menciptakan nilai tambah ekonomi hingga Rp10 ribu triliun.

Nilai tersebut disebut setara dengan tiga kali Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahunan, dengan proyeksi APBN tahun 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun.

"Kami hitung itu Rp10 ribu triliun nilainya lebih, baru tiga (komoditas), Rp10 ribu triliun nilainya, tiga tahun APBN," ungkapnya.

Indonesia Kuasai Komoditas Strategis Dunia

Menurut Amran, Indonesia memiliki posisi sangat strategis di pasar global karena menjadi penghasil utama komoditas-komoditas tersebut.

Ia menyebut bahwa Indonesia merupakan produsen nomor satu dunia untuk kelapa dan gambir.

Selain itu, Indonesia juga menguasai sekitar 60 persen pasar CPO dunia, menjadikannya pemain dominan dalam rantai pasok global.

Dengan dominasi tersebut, hilirisasi dinilai akan meningkatkan daya tawar Indonesia di pasar internasional dan membuat negara lain bergantung pada pasokan bahan baku dari Indonesia.

"Kalau kita hilirisasi, itu dunia kacau balau. Karena mereka sudah membangun industri, tapi bahan bakunya ada di Indonesia," ia mengungkapkan.

Dorong Ekspor Produk Jadi dan Stabilitas Harga Pangan

Amran menegaskan bahwa hilirisasi menjadi strategi utama pemerintah untuk menghentikan ekspor bahan mentah dan menggantinya dengan ekspor produk jadi hasil pengolahan industri dalam negeri.

"Mimpi kita adalah seluruh komoditas pertanian kita hilirisasi. Hentikan kita impor, kemudian ekspor kita dorong, tapi yang kita dorong adalah barang jadi," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan sektor pertanian juga tercermin dari stabilitas harga pangan yang telah terjaga.

Stabilitas ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi petani dan industri pupuk, tetapi juga bagi konsumen dalam negeri dan masyarakat global.

Amran turut menyampaikan apresiasi atas dukungan dari DPR RI yang disebutnya sangat membantu percepatan kinerja sektor pertanian.

Menurutnya, dukungan legislatif menjadi energi positif untuk mewujudkan lompatan besar sektor pertanian Indonesia.

Penulis :
Shila Glorya