Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Anjlok Lebih dari 5 Persen, Pengamat Nilai Dipicu Akumulasi Sentimen Negatif dan Isu MSCI

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

IHSG Anjlok Lebih dari 5 Persen, Pengamat Nilai Dipicu Akumulasi Sentimen Negatif dan Isu MSCI
Foto: (Sumber: Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/1/2026). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/rwa/pri..)

Pantau - Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa menilai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Senin, 2 Februari 2026, dipicu oleh akumulasi berbagai sentimen negatif yang menekan psikologis pelaku pasar.

Reydi menyebut salah satu sentimen utama yang membebani pasar adalah kekhawatiran investor terhadap arus keluar dana asing atau foreign outflow.

Kekhawatiran tersebut merupakan efek lanjutan dari isu Morgan Stanley Capital International atau MSCI yang kembali mencuat di pasar.

“Pelemahan dipicu oleh akumulasi sentimen negatif, terutama kekhawatiran investor terhadap arus dana asing, efek lanjutan isu MSCI,” ujar Reydi.

Selain isu MSCI, pengunduran diri sejumlah petinggi PT Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan turut memperkuat tekanan terhadap pasar saham.

Kondisi tersebut mendorong investor memilih melepas posisi saham untuk mengamankan risiko di tengah ketidakpastian.

Reydi menilai IHSG saat ini berada dalam fase tekanan lanjutan setelah mengalami guncangan sentimen dalam beberapa hari terakhir.

Penurunan IHSG sebesar 4 hingga 5 persen mencerminkan pasar masih berada dalam mode bertahan.

Perdagangan saham ditandai dengan volatilitas yang tinggi serta minimnya minat beli pada awal sesi perdagangan.

Pergerakan IHSG ke depan akan sangat dipengaruhi oleh stabilisasi tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Jika tekanan jual dari investor asing mulai mereda, peluang terjadinya technical rebound dinilai masih terbuka.

“Jika tekanan jual mulai mereda, peluang technical rebound terbuka,” kata Reydi.

Namun, jika aksi jual asing terus berlanjut, IHSG masih berpotensi bergerak fluktuatif dengan tekanan lanjutan.

Pada Senin sore, OJK bersama Self-Regulatory Organization dijadwalkan menggelar pertemuan daring dengan MSCI.

Pertemuan tersebut akan membahas kebutuhan MSCI terkait kondisi dan pengembangan pasar saham Indonesia.

Data Bursa Efek Indonesia hingga pukul 11.30 WIB menunjukkan IHSG melemah 422,80 poin atau 5,08 persen ke level 7.906,79.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.966.580 transaksi.

Volume perdagangan mencapai 34,13 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp18,06 triliun.

Sebanyak 58 saham tercatat menguat, 723 saham melemah, dan 32 saham stagnan.

Penulis :
Aditya Yohan