Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Melemah 42 Poin, Pasar Cermati Komitmen Transparansi OJK dan BEI

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

IHSG Melemah 42 Poin, Pasar Cermati Komitmen Transparansi OJK dan BEI
Foto: (Sumber: Pekerja memantau grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Treasury BTN, Jakarta, Senin (2/2/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj..)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah 42,25 poin atau 0,53 persen ke level 7.880,47 pada perdagangan Selasa pagi, meski Indeks LQ45 justru mencatat kenaikan tipis 0,36 persen ke posisi 809,13.

Sentimen Pasar Terfokus pada Reformasi Transparansi

Melemahnya IHSG terjadi di tengah perhatian pelaku pasar terhadap komitmen transparansi otoritas pasar modal, terutama dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Pelaku pasar mencermati langkah-langkah regulator dalam memperkuat regulasi dan pengawasan guna membangun kepercayaan investor, khususnya investor asing.

Salah satu kebijakan yang menjadi sorotan adalah rencana pembukaan data kepemilikan saham di atas 1 persen, termasuk identifikasi pemilik manfaat (beneficial ownership), yang telah lama menjadi perhatian lembaga global seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI).

OJK juga sedang menyiapkan peningkatan batas minimum free float saham menjadi 15 persen.

Kebijakan ini diharapkan bisa meningkatkan likuiditas pasar, namun di sisi lain dapat memberi tekanan pada emiten yang belum memiliki struktur saham terbuka secara optimal.

Jika reformasi ini berjalan konsisten, pasar memproyeksikan potensi pemulihan sentimen dari MSCI, yang dapat membuka peluang arus dana asing jangka menengah hingga panjang.

IHSG Berpotensi Melemah Terbatas, Investor Diminta Waspada

Analis Pilarmas Investindo, Nico Demus, menyampaikan bahwa secara teknikal IHSG masih berpotensi mengalami pelemahan terbatas.

"IHSG memiliki support di kisaran 7.790 dan resistance di 8.270," ungkapnya.

Ia juga mengingatkan investor agar tetap waspada terhadap fluktuasi jangka pendek dan "hati-hati tergocek".

Meski hari ini IHSG melemah, arah kebijakan otoritas pasar menuju transparansi dan reformasi kelembagaan menjadi sinyal positif untuk penguatan fundamental jangka panjang pasar modal Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan