
Pantau - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu optimistis momentum Ramadhan dapat mendorong pertumbuhan kredit perbankan, khususnya pada sektor konsumsi, sejalan dengan proyeksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di kisaran 10-12 persen.
Anggito berharap capaian pertumbuhan kredit tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya yang masih berada di bawah 10 persen.
Menurutnya, momentum Ramadhan merupakan faktor musiman yang berpotensi meningkatkan aktivitas konsumsi masyarakat.
Ia mengatakan "Jadi kita harapkan untuk momentum Ramadhan ini bisa meningkatkan, khususnya kredit konsumsi," ujarnya.
Anggito menambahkan kondisi likuiditas perbankan saat ini cukup memadai untuk menopang peningkatan penyaluran kredit selama periode Ramadhan.
Dengan kondisi tersebut, sektor perbankan dinilai memiliki ruang untuk melakukan akselerasi pembiayaan ketika permintaan meningkat menjelang dan selama Ramadhan.
Efek WFA dan Cuti Bersama Lebaran 2026
Selain faktor musiman, kebijakan pemerintah terkait cuti bersama dan skema Work From Anywhere (WFA) juga dinilai dapat memberikan efek berganda terhadap permintaan kredit.
Peningkatan aktivitas pariwisata dan konsumsi selama periode tersebut berpotensi mendorong kebutuhan pembiayaan, baik dari individu maupun pelaku usaha di sektor jasa.
Anggito mengatakan "Lagi pula, pemerintah memberikan kesempatan untuk libur cuti bersama, dan WFA yang juga mudah-mudahan bisa meningkatkan permintaan atas jasa pariwisata atau jasa-jasa lain berkaitan dengan konsumsi," ungkapnya.
Pemerintah sebelumnya resmi menetapkan kebijakan Work From Anywhere pada periode libur Lebaran 2026 dan mengimbau perusahaan untuk tidak memotong jatah cuti tahunan pegawai.
Jadwal WFA Arus Mudik dan Balik
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merinci skema WFA berlaku pada 16 dan 17 Maret 2026 saat arus mudik.
Skema WFA juga diterapkan pada 25, 26, dan 27 Maret 2026 saat arus balik Lebaran.
Airlangga menyampaikan “Untuk mengoptimalkan mobilitas masyarakat dan memudahkan masyarakat merencanakan perjalanan selama libur Hari Besar Keagamaan Nasional HBKN Idul Fitri, diberikan fleksibilitas dalam penetapan hari kerja,” ujarnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan







