
Pantau - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Serang menemukan mie kuning dan teri nasi yang mengandung formalin dalam inspeksi mendadak di Pasar Induk Rau, Kota Serang, Banten, selama Ramadhan 2026.
Kepala BBPOM Serang Fauzi Ferdiansyah mengatakan pengawasan dilakukan bersama sejumlah instansi terkait dengan menyasar 33 sampel makanan.
"Dari 33 sampel yang diuji, terdapat tiga yang positif mengandung bahan berbahaya. Satu mie kuning positif formalin, kedua teri nasi positif formalin, dan ketiga kerupuk positif Rhodamine B atau pewarna tekstil," kata Fauzi.
Tiga jenis bahan pangan yang ditemukan mengandung zat berbahaya yakni mie kuning, teri nasi, dan kerupuk. Zat berbahaya yang terdeteksi adalah formalin pada mie kuning dan teri nasi serta Rhodamine B pada kerupuk.
Tindak Lanjut dan Pembinaan
BBPOM akan menindaklanjuti temuan tersebut dengan melakukan pembinaan kepada penjual serta penelusuran hingga ke tingkat produsen guna menghentikan distribusi dari sumbernya.
Masyarakat diimbau lebih waspada dalam memilih menu sahur dan berbuka puasa karena konsumsi zat kimia berbahaya dalam jangka panjang dapat memicu gangguan kesehatan serius.
"Bahayanya bisa berupa reaksi alergi, gangguan pencernaan, hingga kerusakan organ hati dan ginjal. Bahkan, zat berbahaya yang terakumulasi di dalam tubuh dapat memicu pertumbuhan sel kanker," ujar Fauzi.
Tren Perbaikan Keamanan Pangan
Meski masih ditemukan pelanggaran, BBPOM mencatat adanya tren perbaikan kualitas keamanan pangan dibandingkan tahun sebelumnya.
Salah satu perbaikan terlihat pada komoditas cincau yang seluruh sampelnya dinyatakan negatif zat berbahaya.
Selain pangan olahan, pengawasan juga mencakup sayur-sayuran, daging, usus ayam, dan beras dengan melibatkan Dinas Pertanian serta Dinas Ketahanan Pangan.
Hasil pengujian menunjukkan seluruh komoditas tersebut bebas dari klorin maupun residu berbahaya lainnya.
"Tahun ini kondisinya sudah lebih baik dan jumlah temuan menurun dibandingkan periode sebelumnya. Kami berharap kesadaran produsen dan pedagang terus meningkat ke depannya," kata Fauzi.
- Penulis :
- Aditya Yohan







