Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Ditutup Melemah 0,96 Persen ke Level 7.939,77, Sentimen Perang Timur Tengah Tekan Pasar

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

IHSG Ditutup Melemah 0,96 Persen ke Level 7.939,77, Sentimen Perang Timur Tengah Tekan Pasar
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup melemah 77,06 poin atau 0,96 persen ke posisi 7.939,77 pada Selasa (3/3/2026) sore seiring meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut melemah 6,89 poin atau 0,85 persen ke posisi 805,59.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyampaikan bahwa "Kekhawatiran akan dampak perang yang berkepanjangan menjadi sentimen negatif," dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Eskalasi Konflik Picu Kekhawatiran Pasar

Dari sisi geopolitik, perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berkembang cepat memasuki hari keempat.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh, Arab Saudi, dilaporkan diserang oleh Iran pada Selasa (3/3/2026).

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa perang tersebut dapat berlangsung lebih lama dari empat pekan, melampaui perkiraan sebelumnya.

Konflik berpotensi meluas setelah Israel menyatakan secara bersamaan menargetkan Iran dan Lebanon menyusul serangan rudal dan drone ke Tel Aviv oleh kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran memicu gejolak di pasar energi global.

Negara-negara Asia diperkirakan akan menghadapi dampak paling besar karena selat tersebut merupakan jalur utama perdagangan minyak dunia.

Sekitar 13 juta barel per hari minyak mentah melewati Selat Hormuz pada 2025, setara sekitar 31 persen dari total aliran minyak mentah global melalui jalur laut.

Ratna Lim menyatakan bahwa "Penutupan selat tersebut secara berkepanjangan diperkirakan akan menimbulkan kenaikan harga minyak mentah lebih lanjut, yang dapat mendorong kenaikan inflasi,".

Pergerakan Sektoral dan Aktivitas Perdagangan

Pada awal perdagangan, IHSG sempat dibuka menguat dan bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi pertama.

Memasuki sesi kedua perdagangan, IHSG bergerak ke zona merah hingga akhirnya ditutup melemah.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor mencatatkan penguatan yaitu sektor industri naik 0,66 persen, sektor energi naik 0,37 persen, dan sektor barang konsumen primer naik 0,28 persen.

Delapan sektor lainnya mengalami penurunan dengan sektor barang baku turun paling dalam sebesar 3,78 persen, diikuti sektor transportasi dan logistik turun 2,15 persen serta sektor teknologi turun 1,03 persen.

Saham-saham dengan penguatan terbesar pada perdagangan hari itu adalah MPOW, RMKO, HUMI, BOAT, dan GTSI.

Saham-saham dengan pelemahan terbesar adalah INDS, JAYA, JGLE, OILS, dan UNVR.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.956.399 kali transaksi.

Total saham yang diperdagangkan mencapai 47,14 miliar lembar dengan nilai transaksi sebesar Rp29,80 triliun.

Sebanyak 343 saham mengalami kenaikan harga, 347 saham mengalami penurunan, dan 128 saham tidak mengalami perubahan harga.

Di kawasan Asia, indeks Nikkei 225 melemah 1.778,09 poin atau 3,06 persen ke level 56.279,10.

Indeks Shanghai Composite turun 59,90 poin atau 1,43 persen ke posisi 4.122,68.

Indeks Hang Seng melemah 291,76 poin atau 1,12 persen ke posisi 25.768,08.

Indeks Straits Times justru menguat 20,64 poin atau 0,42 persen ke posisi 4.911,50.

Penulis :
Shila Glorya