Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Indonesia Amankan Pasokan Energi dari AS dan Venezuela untuk Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Indonesia Amankan Pasokan Energi dari AS dan Venezuela untuk Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah
Foto: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers terkait perjanjian perdagangan timbal balik Indonesia-AS di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis 19/2/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Pantau - Pemerintah Indonesia memastikan pasokan energi nasional tetap aman dengan menyiapkan sumber alternatif dari luar Timur Tengah sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi dampak konflik antara Amerika Serikat dan Iran terhadap stabilitas energi global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah telah menjalin kerja sama perdagangan energi dengan Amerika Serikat serta memanfaatkan akses pasokan yang dimiliki PT Pertamina dari Venezuela.

"Kalau dari segi energi, karena kebetulan kita sudah tanda tangan ART (Agreement of Reciprocal Trade), memang suplai dari energi kita sudah juga melakukan MoU dengan Amerika Serikat dan juga Pertamina punya akses di Venezuela," kata Airlangga dalam konferensi pers Pembekalan Nasional Talenta Semikonduktor 2026 di Jakarta.

Diversifikasi Pasokan Energi Nasional

Airlangga menjelaskan pemerintah terus memantau perkembangan situasi global yang dinilai sulit diprediksi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia.

Ia menyebut Indonesia kini lebih siap menghadapi ketidakpastian karena telah belajar dari pengalaman lonjakan harga energi saat konflik Rusia dan Ukraina beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pemerintah harus menjaga keseimbangan antara perlindungan masyarakat melalui subsidi energi dan peluang peningkatan penerimaan negara dari kenaikan harga komoditas.

"Di satu sisi itu yang terkait dengan subsidi kita jaga dan pemerintah kemarin sudah siapkan bahwa subsidi ya kita akan lanjutkan. Dan APBN itu sebagai buffer untuk meredam fluktuasi harga. Tapi di lain pihak tentu ada kenaikan tambahan penerimaan kalau (harga) komoditas itu naik," tuturnya.

Dampak Global dan Ketahanan Ekonomi

Airlangga menilai masih terlalu dini untuk memperkirakan dampak penuh konflik di Timur Tengah terhadap kondisi perekonomian global maupun domestik.

"Kita tentu melihat situasinya, masih too early to call," ujarnya.

Ia menambahkan ketidakpastian global juga membuat banyak investor menahan ekspansi bisnis sehingga ketahanan ekonomi menjadi faktor yang semakin penting.

"Dalam situasi seperti ini tentu daya tahan, resiliensi itu yang paling utama termasuk juga di sektor ekonomi," katanya.

Berdasarkan dokumen kesepakatan dagang resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat, Indonesia berkomitmen membeli komoditas energi dari Amerika Serikat senilai sekitar 15 miliar dolar AS.

Nilai tersebut mencakup impor liquefied petroleum gas sebesar 3,5 miliar dolar AS.

Selain itu terdapat impor minyak mentah senilai 4,5 miliar dolar AS.

Kesepakatan tersebut juga meliputi impor bensin hasil kilang senilai 7 miliar dolar AS.

Diversifikasi sumber energi tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan dari kawasan tertentu.

Penulis :
Shila Glorya