Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Program MBG Disebut BGN Mampu Gerakkan Ekonomi Daerah Lewat Aliran Dana Triliunan ke SPPG

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Program MBG Disebut BGN Mampu Gerakkan Ekonomi Daerah Lewat Aliran Dana Triliunan ke SPPG
Foto: (Sumber : Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan keterangan kepada wartawan usai bertemu dengan Jaksa Agung ST Burh. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nz..)

Pantau - Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mampu memacu pergerakan ekonomi daerah melalui penyaluran dana triliunan rupiah ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan sebanyak 93 persen anggaran disalurkan langsung dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) ke SPPG melalui mekanisme virtual account.

"Uang BGN 93 persen itu langsung disalurkan dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) melalui virtual account ke seluruh SPPG di Indonesia yang jumlahnya sudah 25.574. Jadi, dengan program ini terjadi pemerataan pengiriman uang di setiap daerah," ungkapnya.

Setiap SPPG rata-rata menerima dana sekitar Rp1 miliar per bulan yang kemudian berputar di wilayah masing-masing.

Perputaran Dana Capai Triliunan Rupiah

Di Jawa Barat, yang memiliki sekitar 5.000 SPPG, perputaran dana disebut mencapai Rp5 triliun setiap bulan.

"Jadi, 1 SPPG rata-rata akan menerima uang Rp1 miliar per bulan. Kalau di Jawa Barat sudah ada 5.000 SPPG, itu artinya uang di Jawa Barat beredar Rp5 triliun per bulan. Dengan sekarang sudah berjalan 2,5 bulan, itu uang di Jawa Barat kurang lebih sudah beredar sekitar Rp11-12 triliun. Inilah yang menggerakkan roda ekonomi di setiap daerah," ujar Dadan.

Menurutnya, program MBG dirancang untuk memanfaatkan sumber daya lokal sehingga kebutuhan pangan dipenuhi dari produksi daerah sekitar.

Dorong Ekonomi Lokal dan Lapangan Kerja

Program tersebut juga membuka peluang pasar bagi petani, pelaku usaha, hingga industri pangan lokal.

BGN menempatkan tenaga ahli gizi di setiap SPPG yang direkrut dari masyarakat setempat untuk memastikan pemenuhan gizi sesuai potensi daerah.

"Saya harapkan terjadi satu pergerakan ekonomi sirkuler di satu daerah yang sekarang sudah mulai disadari oleh semua pihak, betapa pentingnya meningkatkan produktivitas lokal sehingga ekonomi di daerah akan berkembang. Sekarang sudah banyak kepala daerah yang menginginkan uang yang masuk ke satu daerah itu dibelanjakan dengan membeli bahan baku yang ada di daerah tersebut," ucapnya.

Dengan pendekatan tersebut, program MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Penulis :
Aditya Yohan