Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Ditutup Melemah ke Level 7.048,22 di Tengah Tekanan Sentimen Global dan Domestik

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

IHSG Ditutup Melemah ke Level 7.048,22 di Tengah Tekanan Sentimen Global dan Domestik
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup melemah pada Selasa sore akibat kombinasi sentimen domestik dan mancanegara.

IHSG turun 43,45 poin atau 0,61 persen ke level 7.048,22.

Indeks LQ45 juga melemah 1,68 poin atau 0,23 persen ke level 715,81.

Tekanan Global dan Kekhawatiran Domestik

Pengamat Pasar Modal Reydi Octa menyatakan, "IHSG hari ini menurut saya masih bergerak dalam tekanan kombinasi sentimen global dan domestik."

Ia menjelaskan bahwa dari faktor global, pasar dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Kenaikan harga energi, khususnya minyak mentah, turut memberikan tekanan pada pasar saham.

Dari dalam negeri, kekhawatiran terhadap kenaikan inflasi menjadi salah satu faktor utama yang membayangi pergerakan IHSG.

Pergerakan nilai tukar Rupiah juga menjadi perhatian investor dalam mengambil keputusan investasi.

Reydi menambahkan, "Investor cenderung defensif, terlihat dari rotasi ke saham energi dan komoditas serta mulai selektif di big caps."

Pergerakan Sektor dan Aktivitas Perdagangan

IHSG sempat dibuka menguat namun berbalik melemah hingga sesi pertama berakhir.

Pada sesi kedua perdagangan, IHSG tetap berada di zona merah hingga penutupan.

Tiga sektor yang menguat yakni barang konsumen primer naik 1,32 persen, kesehatan naik 0,43 persen, dan properti naik 0,33 persen.

Sebanyak delapan sektor melemah dengan penurunan terdalam pada sektor transportasi dan logistik sebesar 4,10 persen.

Sektor energi turun 2,53 persen dan sektor teknologi melemah 1,33 persen.

Saham dengan penguatan terbesar meliputi WEHA, POLA, CHEM, YPAS, dan BANK.

Saham dengan pelemahan terbesar meliputi MDIY, GSMF, DATA, PPRE, dan NZIA.

Frekuensi perdagangan mencapai 1.748.005 kali transaksi.

Total saham yang diperdagangkan sebanyak 27,26 miliar lembar dengan nilai transaksi sebesar Rp14,95 triliun.

Sebanyak 262 saham naik, 406 saham turun, dan 151 saham stagnan.

Bursa Asia Ikut Tertekan

Bursa saham Asia mayoritas ditutup melemah seiring tekanan global.

Indeks Nikkei turun 658,85 poin atau 1,27 persen ke 51.227,00.

Indeks Shanghai melemah 31,43 poin atau 0,80 persen ke 3.891,86.

Indeks Hang Seng justru menguat 37,35 poin atau 0,15 persen ke 24.788,14.

Indeks Strait Times melemah 3,11 poin atau 0,06 persen ke 4.894,15.

Penulis :
Arian Mesa