Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Perum Bulog Banyumas Lampaui Target Serapan Gabah dan Beras Triwulan I 2026

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Perum Bulog Banyumas Lampaui Target Serapan Gabah dan Beras Triwulan I 2026
Foto: Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas Prawoko Setyo Aji memantau kegiatan serap gabah di Desa Sokaraja Tengah, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis 2/4/2026 (sumber: Bulog Banyumas)

Pantau - Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas, Jawa Tengah, mencatat realisasi pengadaan gabah dan beras hingga akhir Maret 2026 mencapai 17.878 ton setara beras atau 105 persen dari target 16.901 ton pada periode Januari hingga Maret.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas Prawoko Setyo Aji menyampaikan capaian tersebut di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, pada Kamis.

"Alhamdulillah sampai dengan 31 Maret 2026 telah terserap sebanyak 17.878 ton setara beras atau 105 persen dari target bulan Januari sampai Maret," katanya menegaskan.

Capaian tersebut terdiri atas penyerapan gabah sebanyak 33.526.290 kilogram dan beras sebanyak 847.000 kilogram dari petani di wilayah kerja Bulog Banyumas.

Program Sergap Dorong Percepatan Penyerapan

Keberhasilan ini didukung percepatan pengadaan melalui program Serap Gabah Petani atau Sergap yang dilakukan dengan turun langsung ke lapangan.

Pelaksanaan program tersebut melibatkan TNI khususnya Babinsa serta penyuluh pertanian lapangan atau PPL untuk mendampingi petani.

"Pendampingan ini penting untuk memastikan gabah yang diserap memiliki umur panen yang cukup sehingga menghasilkan beras berkualitas dengan rendemen yang baik sebagai cadangan pangan pemerintah," katanya.

Bulog menyerap gabah kering panen dengan harga Rp6.500 per kilogram dan beras medium sebesar Rp12.000 per kilogram sesuai ketentuan.

Rata-rata penyerapan harian berkisar antara 1.000 hingga 1.500 ton dengan rekor tertinggi terjadi pada 1 April 2026 yang mencapai lebih dari 2.000 ton gabah kering panen.

Kendala Lapangan dan Optimisme Target Tahunan

Dalam pelaksanaannya, Bulog menghadapi sejumlah kendala seperti faktor cuaca yang memengaruhi waktu panen dan hasil produksi petani.

"Selain itu, masih ada petani yang menunda penjualan karena menunggu kondisi gabah tidak basah, serta dinamika harga di awal panen yang sempat berada di atas harga pembelian pemerintah," katanya.

Meski demikian, Bulog tetap berupaya menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memastikan ketersediaan cadangan pangan pemerintah tetap aman.

Ke depan, Bulog Banyumas bersama TNI, PPL Kementerian Pertanian, dan pemerintah daerah akan mengoptimalkan penyerapan guna mencapai target tahun 2026 sebesar 78.372 ton setara beras.

Wilayah kerja Bulog Banyumas meliputi Kabupaten Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, dan Purbalingga yang menjadi fokus penguatan serapan gabah dan beras.

"Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis target penyerapan tahun ini dapat tercapai sekaligus mendukung upaya pemerintah mempertahankan swasembada pangan," kata Prawoko.

Penulis :
Shila Glorya