
Pantau - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pentingnya penguatan struktur industri baja nasional dalam acara pengukuhan pengurus The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) periode 2026–2030 di Jakarta pada Jumat, 10 April 2026.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperkuat industri baja sebagai sektor strategis penopang perekonomian nasional.
Agus menyampaikan bahwa pemerintah memandang IISIA sebagai mitra penting dalam membangun industri baja yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Ia berharap kepengurusan baru IISIA mampu menjawab tantangan global sekaligus mengoptimalkan peluang strategis yang ada.
Kinerja dan Tantangan Industri Baja
Subsektor industri logam dasar termasuk baja tercatat menjadi motor penggerak ekonomi dengan pertumbuhan mencapai 15,71 persen pada tahun 2025.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan dari sektor infrastruktur, manufaktur, dan industri hilir bernilai tambah.
Indonesia juga menempati peringkat ke-13 sebagai produsen baja dunia dengan produksi sekitar 19 juta ton pada tahun 2025.
Dalam enam tahun terakhir, produksi baja nasional tumbuh konsisten dengan rata-rata sekitar 14 persen per tahun.
Namun demikian, industri baja nasional masih menghadapi tantangan struktural seperti rendahnya tingkat utilisasi yang berada di kisaran 52,7 persen.
Selain itu, defisit pada produk antara dan hilir masih terjadi akibat tingginya ketergantungan pada impor bahan baku.
Tekanan global berupa kelebihan kapasitas baja dunia serta potensi praktik dumping juga menjadi perhatian serius pemerintah.
Pemerintah pun menyiapkan strategi melalui perlindungan pasar, penerapan SNI wajib, penguatan hilirisasi, serta pemberian insentif fiskal guna meningkatkan investasi di sektor ini.
Komitmen IISIA dan Visi Blue-Green
Chairman IISIA Muhamad Akbar menyampaikan komitmen pengurus baru untuk memperkuat peran IISIA sebagai wadah kolaborasi industri baja nasional.
Ia menegaskan bahwa IISIA ingin menjadi rumah yang solid bagi para pelaku industri baja sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemajuan industri nasional.
Ia menyatakan, "Industri baja bukan hanya sektor ekonomi tetapi fondasi pembangunan bangsa."
Kepengurusan IISIA periode 2026–2030 mengusung visi pengembangan ekosistem industri baja yang Blue-Green berbasis inovasi dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
IISIA juga berkomitmen memperkuat solidaritas antaranggota serta meningkatkan daya saing industri baja Indonesia di tingkat global.
Ia mengungkapkan, “Kami percaya dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku industri industri baja nasional tidak hanya mampu berjaya di dalam negeri tetapi juga disegani di pasar internasional.”
- Penulis :
- Shila Glorya








